Sabtu, 13 Jul 2019 18:09 WIB

Pengalaman Mereka yang Coba Rekayasa Hormon untuk Tunda Haid Saat Haji

Widiya Wiyanti - detikHealth
Begini pengalaman mereka saat mencoba rekayasa hormon untuk tunda haid saat haji. Foto: iStock Begini pengalaman mereka saat mencoba rekayasa hormon untuk tunda haid saat haji. Foto: iStock
Jakarta - Saat tiba musim haji, tentunya hampir semua yang berpartisipasi berharap ibadahnya dapat berjalan dengan lancar. Namun demikian bagi jemaah wanita kadang bisa jadi waktu keberangkatan haji mereka tidak sengaja bertepatan dengan siklus haid.

Oleh karena itu beberapa calon jemaah haji wanita mungkin ada yang mempertimbangkan atau bahkan mencoba terapi rekayasa hormon. Hal ini dijelaskan oleh ahli kandungan dr Dinda Derdameisya, SpOG, dilakukan dengan mengonsumsi obat hormon untuk menyiasati siklus haid.

Bila hormon dalam tubuh wanita bisa dijaga tetap tinggi maka menstruasi akan datang lebih lama. Sementara itu bila terlalu rendah maka menstruasi pun datang.


Ari (51) misalnya bercerita kepada detikHealth mengaku pernah mencoba terapi ini ketika dirinya naik haji tahun 2012 lalu. Ia menjalani terapi hormon di bawah pengawasan dokter khusus kesehatan haji.

"Iya minum tapi tetep ada bercak pas di sana (tanah suci -red). Dia kan diminum ada jam-jam tertentunya, padahal saya sudah teratur banget tuh minumnya tapi tetap aja akhirnya haid," kata Ari.

Lain lagi dengan Arni (51) yang tahu tentang rekayasa hormon namun memilih untuk tidak mencobanya. Menurut guru sekolah menengah ini ia mendengar cerita kalau pada akhirnya banyak yang gagal.

"Soalnya kan haid bukan penyakit ya jadi saya nggak minum. Obatnya kebanyakan juga, 2 strip harus diminum setiap hari jadi agak takut," ungkapnya.

Menurut dr Dinda terapi rekayasa hormon diketahui bisa memiliki beberapa efek samping. Oleh sebab itu tidak bisa sembarangan dilakukan tanpa berkonsultasi dengan dokter.

"Efek sampingnya minimal paling kayak mau menstruasi, perut keram, payudara kencang. Dengan obat ini bisa diminimalisir efek samping jangka panjang," pungkas dr Dinda.






Simak Video "NGOBS KUY! Ciri-ciri Cewek PMS"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/frp)