Sabtu, 13 Jul 2019 17:26 WIB

Ikan Asin Bisa Menyebabkan Kanker? Ini Penjelasan Dokter

Rosmha Widiyani - detikHealth
Ikan asin menyebabkan kanker? Begini faktanya. Foto: iStock Ikan asin menyebabkan kanker? Begini faktanya. Foto: iStock
Jakarta - Istilah 'ikan asin' ramai diperbincangkan hingga berujung penangkapan Pablo Benua, Rey Utami, dan Galih Ginanjar. Panganan dengan aroma dan rasa khas ini mungkin bisa ditemukan di kebanyakan rumah tangga Indonesia.

Kerap dikonsumsi sebagai lauk atau pelengkap masakan, ikan asin ternyata menyimpan risiko bagi kesehatan. Risiko meningkat seiring jumlah dan seringnya makan ikan asin setiap hari. Risiko tentunya tidak langsung terlihat atau bisa dirasakan.

"Konsumsi ikan asin berlebihan bisa mengakibatkan kanker saluran cerna, yang dimulai dari bibir dan rongga mulut hingga lambung. Semua yang dilewatin ikan asin berisiko kena kanker," kata dokter ahli radiasi onkologi dr Denny Handoyo Kirana Sp Onk Rad dalam acara support grup kanker Cancer Information and Support Center (CISC), Sabtu (13/7/2019).


Risiko ini sesuai alur pengolahan ikan asin dalam saluran cerna. Beberapa risiko kanker yang mungkin muncul adalah rongga mulut, tenggorokan dekat nasofaring, kerongkongan atau esofagus, hingga lambung.

Meski begitu ikan asin tak menjadi satu-satunya faktor risiko. Menurut dr Denny, kanker yang merupakan mutasi gen terjadi karena banyak faktor. Beberapa faktor risiko lain penyebab kanker adalah gaya hidup, geografis, dan ekonomi pada pasien.



Simak Video "Payudara Prostetik untuk Pengidap Kanker Payudara"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/frp)