Sabtu, 13 Jul 2019 19:31 WIB

Risiko Kanker Ini Mengintai Jika Sering Makan Ikan Asin

Rosmha Widiyani - detikHealth
Terlalu banyak konsumsi ikan asin bisa berisiko kanker saluran cerna, misalnya nasofaring. Foto: iStock Terlalu banyak konsumsi ikan asin bisa berisiko kanker saluran cerna, misalnya nasofaring. Foto: iStock
Jakarta - Ikan asin mungkin menjadi makanan yang paling akrab dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Belakangan ini, 'ikan asin' menjadi perbincangan para netizen usai dilontarkan oleh Galih Ginanjar terkait mantan istrinya, Fairuz A Rafiq.

Menurut dokter ahli radiasi onkologi dr Denny Handoyo Kirana Sp Onk Rad, konsumsi ikan asin berlebihan berisiko mengakibatkan kanker saluran cerna. Risiko sesuai alur pengolahan makanan dalam sistem pencernaan.

"Kanker yang mungkin muncul adalah rongga mulut, nasofaring dekat tenggorokan, kerongkongan, dan lambung. Risiko paling besar adalah nasofaring karena letaknya ngumpet," kata dr Denny, Sabtu (13/7/2019).


Nasofaring adalah areal di belakang hidung yang lebih tinggi dari rongga mulut. Menurut dr Denny, areal ini berbahaya karena sulit dijaga kebersihannya. Areal nasofaring tak terjangkau usaha kebersihan setiap hari, layaknya sikat gigi untuk menjaga kebersihan rongga mulut

Letak yang tersembunyi juga menyulitkan kontrol di bagian nasofaring. Padahal nasofaring dilewati sirkulasi udara dan pengolahan makanan di dasarnya setiap hari. Tak heran bila kanker nasofaring ditemukan bila ukurannya sudah besar.

Pertumbuhan benjolan ke arah telinga menimbulkan sensasi penuh, bergesekan dengan hidung mengakibatkan mimisan, atau sulit menelan seperti amandel. Kanker nasofaring biasanya diatasi dengan kemoterapi dan radiasi.

Untuk mencegah kanker nasofaring, dr Denny menyarankan penerapan pola hidup sehat dengan olahraga, tidak merokok, dan diet seimbang. Usaha lainnya adalah rutin cek kesehatan, mengelola stres, dan cukup istirahat setiap hari.



Simak Video "Kenali Metastasis dan Proteksi Dini Tumor Ganas"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/frp)