Senin, 15 Jul 2019 19:06 WIB

Rokok Penyumbang Utama Kemiskinan RI, Kemenkes Ingatkan Dampak Kesehatannya

Rosmha Widiyani - detikHealth
BPS kembali menempatkan rokok sebagai penyumbang utama kemiskinan (Foto: Sapta Agung Pratama) BPS kembali menempatkan rokok sebagai penyumbang utama kemiskinan (Foto: Sapta Agung Pratama)
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, rokok menjadi faktor utama penyumbang kemiskinan. Dikutip dari detikcom, harga rokok kretek filter memiliki andil terhadap 11,38 persen kemiskinan di pedesaan dan 12,22 persen di perkotaan.

Rokok merupakan 1 dari 5 sub indikator penyusun Indeks Pembangunan Kesehatan Manusia (IPKM). Rokok menjadi bagian dari perilaku kesehatan bersama aktivitas fisik, cuci tangan, buang air besar di jamban, dan gosok gigi.

"Rokok menentukan nilai IPKM meski tidak besar dan bukan satu-satunya. Namun ngomongin IPKM artinya bicara tentang daya saing. Nilai IPKM bagus berarti punya kemampuan bersaing lebih baik," kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono.



Dalam IPKM 2018 yang diluncurkan Kementerian Kesehatan, Bali memiliki nilai tertinggi di Indonesia yaitu 0,6889. Anung mengatakan, dengan skor tersebut bukan berarti kebiasaan atau jumlah perokok di Bali lebih rendah dibanding propinsi yang lain. Namun Bali punya infrastruktur kesehatan, antenatal care (ANC), dan program lain yang mendukung IPKM lebih baik.

Meski perannya tidak besar, Anung berharap bisa membongkar lebih lanjut sub indikator terkait rokok. Nantinya bisa diketahui data rokok sebenarnya di masyarakat. Data inilah yang bisa membantu pemerintah menyusun kebijakan lebih spesifik terkait kebiasaan dan jumlah perokok.

Kebijakan tersebut bisa bersifat pragmatis dan strategis. Strategis terkait manajemen regulasi di tiap wilayah. Sementara pragmatis adalah kebijakan yang bisa diterapkan masyarakat dalam kehidupan rumah tangga.



Simak Video "Benarkah Menggunakan Vape Bisa Jadi Depresi?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)