Kamis, 18 Jul 2019 17:25 WIB

Mengenal 'Lingkaran Setan' Obesitas pada Anak dan Remaja

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi obesitas pada anak dan remaja. Foto: iStock Ilustrasi obesitas pada anak dan remaja. Foto: iStock
Jakarta - Obesitas merupakan permasalahan yang dihadapi bukan hanya pada usia dewasa, namun pada anak-anak dan remaja juga rentan terjadi jika para orang tua tidak memberi perhatian lebih pada berat badan anaknya.

Berat badan bertambah jika asupan makanan dan minuman lebih banyak dari pada pembakaran kalori dengan aktivitas fisik. Namun jika aktivitas fisik tidak seimbang, maka berat badan akan bertambah dan kecenderungan obesitas bisa terjadi.

Permasalahan ini dikatakan oleh dokter spesialis anak dan konselor laktasi RS Pondok Indah, dr Yovita Ananta, SpA adalah sebuah 'lingkaran setan' obesitas pada anak. Permasalahan ini dimulai memang pada saat berat badan anak masih terbilang ideal.

"Jarang anak baru lahir obesitas ya, tapi setelah makin besar pengaruh tingginya pemakaian digital sebagai aktivitas fisik bukan lagi aktivitas fisik yang aktif, menyebabkan peningkatan berat badan," ujarnya saat ditemui di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (18/7/2019).



Dengan kebiasaan itu, berat badan anak semakin bertambah hingga memasuki fase 'mildly obese child', di mana anak tidak banyak gerak namun asupan camilan yang tidak sehat semakin banyak. Di fase ini, kebanyakan anak mengaku tidak memiliki passion pada olahraga.

"Awalnya nggak banyak gerak, banyak camilan, banyak nonton, terus setelah agak gendut sedikit makin malas berolahraga. Bilangnya alasannya 'kayaknya bakatku nggak di olahraga' atau baru olahraga sedikit sudah kecapekan. Jadi nambah lagi 3-4 kilo (kilogram -red)" jelas dr Yovita.

Setelah berat badan bertambah, anak memasuki fase 'moderately obese child', yakni fase di mana anak semakin kesulitan untuk bergerak dan merasa tidak nyaman untuk melakukan aktivitas fisik.

Dengan begitu berat badan pun semakin bertambah hingga memasuki fase 'severely obese child'. Pada fase ini, anak semakin nyaman dengan kebiasaan makan dan semakin jauh dari kegiatan fisik. Si anak bahkan tidak memiliki keinginan untuk menurunkan berat badannya.

"Dia bukan berusaha menurunkan berat badannya tapi justru yasudah lah makin gendut akhirnya menjadi 'obese adult'... Secara fisik peningkatan sakit jantung, diabetes, paru-paru," tandas dr Yovita.




Mengenal 'Lingkaran Setan' Obesitas pada Anak dan Remaja


Simak Video "Anak Doyan Minum Manis? Ini Solusinya!"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)