Jumat, 19 Jul 2019 09:22 WIB

Anak Telanjur Gemuk, Bagaimana Cara Memulai Olahraga dengan Aman?

Nabila Ulfa Jayanti - detikHealth
Anak harus belajar olahraga untuk mengurangi kegemukan. (Foto: iStock) Anak harus belajar olahraga untuk mengurangi kegemukan. (Foto: iStock)
Jakarta - Aria Permana, remaja 13 tahun asal Karawang sempat viral dengan predikat 'Bocah Tergemuk' di dunia. Berat badannya kini turun sampai 87 kg operasi bedah lambung, olahraga rutin dan pola makan yang diatur ketat.

Mengatasi super obesitas bukan dengan sekadar olahraga biasa. Jika tak hati-hati bisa berefek fatal pada organ lainnya.

Anak dengan berat badan berlebih seperti Aria harus melakukan aktivitas fisik secara perlahan-lahan. Olahraga yang dipilih pun bukan yang berintensitas tinggi. Asalkan konsisten dan didukung dengan makanan sehat, penurunan berat badan bisa terlihat hasilnya.

"Tadinya enggak gerak sama sekali, diam terus, lima menit sudah capek. Ya sudah, lima menit (olahraga-red) tapi setiap jam dia gerak lima menit. Jadi, sehari dikumpulkan bisa sampai target aktivitas fisik," tutur dr Yovita Ananta, SpA, MHSM, IBCLC, dokter anak dari RS Pondok Indah saat ditemui detikHealth Kamis (18/7/2019).


Olahraga pada anak obesitas juga bisa dilakukan dengan 'mencicil' waktunya. Misalnya, aktivitas fisik 60 menit bisa dibagi menjadi 2x30 menit atau 4x15 menit dan dilakukan secara bertahap.

Rasa lelah saat berolahraga meski durasinya singkat bisa terjadi pada anak obesitas. Hal itu bisa berakibat fatal bagi organ seperti jantung dan paru-paru.

"Bisa ngaruh. Atau (capek-red) karena memang ototnya sudah tak bisa menggerakkan massa lemak, tulangnya juga sudah enggak bisa menahan, sendi enggak bisa menahan," kata dr. Yovita.

Obesitas yang dialami oleh anak-anak dan remaja dapat diatasi dengan pengaturan pola makan dan aktivitas fisik yang baik. Pengurangan kalori anak obesitas dalam satu hari disarankan sebesar 200-500 kalori. Dalam beberapa kasus, ada anak yang sulit menurunkan berat badan. Jika begitu, maka cukup dengan mempertahankan berat badannya saat itu dan diusahakan tidak bertambah.

Saat ini, dunia digital ikut berpengaruh pada kenaikan berat badan anak dan remaja, sebab mendorong keinginan anak untuk duduk diam sambil bermain gawai dan mengemil. Obesitas sebagai masalah global bukan hanya diatasi dengan aktivitas fisik dan makan sehat saja, tetapi juga perlu modifikasi perilaku dan keterlibatan keluarga.


Anak Telanjur Gemuk, Bagaimana Cara Memulai Olahraga dengan Aman?


Simak Video "Barre, Olahraga dengan Perpaduan Balet dan Pilates "
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)