Sabtu, 20 Jul 2019 08:08 WIB

Mudah Senang Hingga Berlimpah Energi, Efek Sabu yang Menjerat Nunung

Widiya Wiyanti - detikHealth
Nunung ditangkap polisi karena penyalahgunaan sabu. Foto: screenshoot video Nunung ditangkap polisi karena penyalahgunaan sabu. Foto: screenshoot video
Jakarta - Lagi-lagi artis terjerat dalam kasus narkoba. Jumat (19/7/2019) sekitar pukul 13.15 WIB, komedian Tri Retno Prayudati alias Nunung ditangkap polisi terkait penyalahgunaan sabu.

Sabu adalah jenis narkoba yang sangat populer di kalangan pesohor negeri. Narkoba jenis ini biasanya dijual dalam bentuk kristal yang cara pemakaiannya bervariasi, ada yang diisap maupun dilarutkan lalu dimasukkan alat suntik.

Tentu pemakaian sabu ada efeknya bagi kesehatan tubuh. Berikut efek yang dirasakan seseorang pemakai sabu.



1. Memicu perasaan 'senang'

dr Nicole Lee dari National Drug Research Institute, Australia menjelaskan, sabu bisa jadi narkoba populer karena memiliki efek kuat dalam memicu hormon dopamin di otak. Hormon tersebut dapat memicu rasa positif seperti senang, bersemangat, dan percaya diri.

"Kalau kamu menghisap sabu kamu bisa langsung high, dalam hitungan menit kamu sudah sangat high. Sementara kalau ditelan paling efeknya baru akan terasa 20 menit kemudian," kata dr Nicole seperti dikutip dari ABC Australia.

2. Tak nafsu makan

Efek sabu pada susunan saraf pusat mempengaruhi seseorang merasakan lapar. Pengguna sabu mengalami penurunan nafsu makan karena tidak merasa lapar. Akibatnya tubuh pengguna sabu menjadi sangat kurus, kekurangan nutrisi, dan dehidrasi. Kondisi ini tentu berbahaya bagi kesehatan pengguna.



3. Merasa lebih fit

Sabu mengandung methamphetamine dan amphetamin. Kristal metamfetamin bekerja dengan merangsang susunan saraf pusat yang efeknya membuat pengguna akan merasakan euforia, perubahan mood, dan percaya diri. Peningkatan energi yang semu mengakibatkan pengguna memaksakan diri melakukan sesuatu lebih dari biasanya, sebelum akhirnya jatuh saat dampak sabu habis.

4. Memicu kerja jantung dan pembuluh darah

Zat metamfetamin ternyata mampu memicu kerja jantung dan pembuluh darah. Akibatnya, denyut jantung meningkat yang dibarengi peningkatan tekanan darah. Kondisi ini bisa memicu kerusakan pembuluh darah hingga terjadi stroke atau serangan jantung. Dampak sabu lebih berat pada pengguna yang mengalami tekanan darah tinggi (hipertensi).

5. Tetap fokus

Dampak sabu sedikit berbeda dengan narkoba jenis heroin atau ganja. Pengguna sabu mampu terus terjaga, konsentrasi, dan melakukan berbagai aktivitas. Sedangkan pengguna heroin atau ganja akan merasakan efek sedasi atau penurunan kesadaran. Hal inilah yang menyebabkan sabu banyak digunakan figur publik.

6. Gampang marah

Sabu bisa membuat penggunanya merasa senang. Namun juga bisa membuat perubahan mood menyebabkan pengguna sabu mudah marah dan cepat tersinggung. Selain lebih agresif, pengguna sabu juga mengalami kecemasan dan halusinasi. Penggunaan sabu dalam jangka panjang bisa memicu depresi, dorongan ingin melakukan kejahatan, dan bunuh diri.



Simak Video "Flakka, Narkoba yang Bikin Penggunanya Jadi 'Zombie'"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)