Sabtu, 20 Jul 2019 16:06 WIB

Bukan Hitamkan Mata, Ini Saran Psikolog Agar Anak Tak Main Ponsel

Rosmha Widiyani - detikHealth
anak maib gadget yang matanya dihitamkan orangtua supaya tidak terus-terusan. Foto: iStock anak maib gadget yang matanya dihitamkan orangtua supaya tidak terus-terusan. Foto: iStock
Jakarta - Sebuah foto sempat viral beberapa waktu lalu, tentang cara ortu mengingatkan anak agar tak main ponsel. Mata anak dihitamkan saat tidur, lalu diberitahu bahwa itu efek main ponsel. Dikisahkan, si anak ketakutan lalu kapok.

Menurut psikolog Amanda Margia Agustario, berbohong dengan menghitamkan mata anak sebetulnya usaha manipulatif. Pola asuh positif, yang memberi penjelasan dan pengertian pada anak jelas lebih baik.

"Penjelasan tentu harus diberikan sesuai umur. Untuk anak yang masih kecil, orangtua tentu harus memberi contoh yang baik dan konsisten. Jika tidak mau anak terlalu sering main ponsel ya jangan ngadepin gadget terus. Komunikasi dengan anak atau main bareng supaya tidak bergantung gadget," kata Amanda.


Konsistensi orangtua menerapkan aturan memungkinkan anak tidak mengalami dampak buruk karena paparan ponsel. Konsistensi juga memungkinkan orangtua memberi penjelasan yang baik dan jujur terkait aturan gadget, yang tentunya didengar dan ditaati anak.

Keteguhan orangtua mengaplikasikan aturan terkait gadget, sebetulnya mirip dengan menghadapi anak yang tantrum. Orangtua tidak boleh langsung menyerah dan memberikan keinginan anak. Meski tidak mudah, contoh dan konsistensi orangtua akan memberikan pemahaman yang baik pada anak.

Dengan konsistensi dan contoh yang baik dari orangtua, Amanda yakin sebetulnya tidak ada anak yang nakal atau susah dibilangin. Orangtua juga tidak perlu menghitamkan mata anak, supaya bisa nurut aturan penggunaan ponsel.



Simak Video "Kelamaan Main HP, Bisa Bikin Mata Buta Sementara"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)