Jumat, 26 Jul 2019 12:44 WIB

Soal Pemicu Kanker, Dokter Lebih Soroti Rokok Dibanding Polusi Udara

Adelia Putri - detikHealth
Polusi udara paling berdampak pada sistem pernapasan (Foto: Pradita Utama) Polusi udara paling berdampak pada sistem pernapasan (Foto: Pradita Utama)
Jakarta - Polusi udara di DKI Jakarta memang sedang tinggi-tingginya dan membahayakan kesehatan pernapasan. Namun dalam kaitannya dengan kanker, dokter lebih menyoroti rokok sebagai penyebab utama.

"Polusi udara lebih dikaitkan dengan penyakit menahun saluran napas. Penyakit paru obstruktif menahun (kronis)," kata Ketua umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI), Prof Dr dr Aru Sudoyo, SpPD, KHOM, FACP, dalam konferensi pers di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat (26/7/2019).

Beberapa kondisi pernapasan juga cenderung memburuk oleh polusi udara, seperti asma dan radang saluran pernapasan. Namun di antara berbagai komponen polusi udara, umumnya tidak termasuk pemicu kanker.

"Kanker sendiri lebih ke logam berat atau bahan kimia," jelas dr Aru.



Polusi udara bisa saja menyebabkan kanker, jika tingkat polusinya sangat tinggi misalnya di lingkungan tempat tinggal yang dekat dengan pabrik. Atau pada polusi udara yang berasal dari rokok, yang menurut dr Aru juga sangat berpengaruh pada risiko kanker.

"Kalau polusi udara yang diisep dari kertas dan daun yang dibakar, yang kita sebut rokok itu lain ya. Itu dengan sengaja memasukkan," kata dr Aru.



Simak Video "Cara Natasha Rizky Lindungi Keluarga dari Polusi"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)