Rabu, 31 Jul 2019 12:13 WIB

Termometer 'Ketiak' Air Raksa Disebut Berbahaya, Ini Alternatif Penggantinya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Termometer digital disebut lebih akurat dibanding termometer air raksa (Foto: iStock) Termometer digital disebut lebih akurat dibanding termometer air raksa (Foto: iStock)
Jakarta - Termometer air raksa yang penggunaannya ditempelkan di ketiak dianggap berbahaya bagi kesehatan karena mengandung merkuri, nama lain untuk air raksa. Bila pecah atau sudah tidak terpakai, limbahnya bisa mencemari lingkungan dan berdampak buruk bagi kesehatan.

Meski penggunaannya telah dibatasi dari beberapa tahun lalu, risiko pajanan merkuri tetap ada karena masih banyak masyarakat yang tetap memakainya. Memang sih, ada banyak kelebihannya termasuk praktis dan tidak butuh baterai sehingga bisa dipakai kapan saja.

Tapi tanpa pengawasan yang jelas, siapa yang menjamin limbah merkurinya ditangani dengan benar?

Nah jika ingin beralih dari penggunaan termometer air raksa ke termometer yang lebih ramah lingkungan, ada beragam jenis termometer lain yang bisa didapatkan dengan mudah di pasaran dan tingkat keakuratannya pun lebih tinggi.

Termometer air raksa bisa mencemari lingkungan bila limbahnya tidak ditangani dengan benar.Termometer air raksa bisa mencemari lingkungan bila limbahnya tidak ditangani dengan benar. Foto: iStock


Berikut jenis pengganti termometer ketiak atau air raksa dikutip detikHealth dari berbagai sumber.



1.Termometer digital

Termometer digital memberikan hasil tercepat dan paling akurat dalam mengkur suhu. Tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran, termometer digital dapat ditemukan di berbagai toko kesehatan dan apotek. Pastikan untuk membaca instruksi yang diberikan agar mendapaykan hasil yang akurat.

Penggunaan termometer digital bisa dilakukan dengan tiga cara yakni oral, dubur dan aksilia. Disarankan tidak menggunakan termometer yang sama untuk pengukuran suhu oral dan dubur.

Foto: iStock


2. Termometer telinga elektronik

Termometer ini mengukur suhi di dalam telinga dengan membaca panas inframerah dari dalam telinga. Untuk hasil terbaik, pastikan untuk selalu membaca petunjuk pemakaian sebelum menempatkan termometer di dalam telinga.

Termometer ini seringnya digunakan untuk anak usia di atas 6 bulan. Namun jika anak memiliki terlalu banyak kotoran telinga, hasilnya mungkin tidak akurat.

Foto: iStock


3. Termometer arteri temporal

Termometer ini sering disebut sebagai termometer inframerah karena menggunakan pemindai inframerah untuk mengukur suhu arteri temporal di dahi. Penelitian baru menunjukkan bahwa termometer arteri temporal juga dapat memberikan pembacaan yang akurat untuk bayi baru lahir.

Penelitian tambahan menunjukkan bahwa termometer arteri temporal adalah alternatif paling akurat untuk termometer digital dubur yang digunakan untuk mengukur suhu anak. Namun kekurangannya karena harganya relatif mahal daripada jenis termometer lainnya.

Foto: iStock




Simak Video "Menu Diet ala Korea Ini Bisa Cegah Diabetes Loh!"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)