Kamis, 01 Agu 2019 14:42 WIB

Begal Payudara Serang Karyawati Toko Hijab, Begini Dampak Psikologisnya

Rosmha Widiyani - detikHealth
Kampanye tentang pelecehan seksual (Foto: REUTERS)
Jakarta - Aksi seorang pria membegal payudara karyawati toko busana muslim di Mojokerto terekam kamera CCTV. Akibat ulah pelaku, korban mengalami trauma sehingga tidak mau bekerja.

Begal payudara sebelumnya pernah terjadi di 2018 lalu pada DJ Dinar Candy dan seorang mahasiswi di Depok, Jawa Barat. Dalam kasus ini, pelaku meremas atau meraba payudara korban sebelum kabur mirip pelaku begal.

Korban begal payudara hingga saat ini memang lebih banyak wanita. Dalam wawancara dengan detikHealth beberapa waktu lalu, psikolog klinis Felicia Ilona Nainggolan, MPsi mengatakan korban begal payudara berisiko mengalami trauma.

"Ditandai dengan takut untuk keluar rumah, saat berada di jalanan ia merasa tidak aman, ada perasaan was-was dan curiga berlebihan terhadap orang lain, sering teringat dengan kekerasan seksual yang pernah dialami," kata Felicia.



Hal senada dikatakan psikolog Veronica Adesla yang menyatalan, begal payudara seperti kasus pelecehan seksual lain berisiko terjadi pada siapa saja. Termasuk pada orang yang mampu menjaga dan membawa dirinya dengan baik di lingkungan umum. Dengan kenyataan ini, Veronica kembali mengingatkan pentingnya bersikap baik dan sopan setiap saat.

"Perilaku menjaga dan membawa diri dilakukan untuk meminimalisir terjadinya pelecehan seksual, bukan untuk menghilangkan kemungkinan terjadinya pelecehan seksual. Bagaimanapun pelaku harus bertanggung jawab penuh atas pelecehan seksual yang dilakukannya," kata Veronica.

Dikutip dari detikcom, aksi begal payudara ini terjadi di toko Asyrah Hijab, Jalan Raya Pekukuhan, Kecamatan Mojosari. Dari rekaman CCTV yang diterima detikcom, pelaku masuk ke dalam toko pada Selasa (30/7) pukul 20.18 WIB.

Pelaku terlihat memeluk korban dari belakang. Kedua tangannya terlihat meremas kedua payudara korban. Seketika korban terkulai lemas. Aksi begal payudara ini berlangsung kurang dari 1 menit.



Simak Video "Kata Psikolog Soal Siswi di Sulsel Dilecehkan Beramai-ramai"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)