Kamis, 01 Agu 2019 16:35 WIB

Kasihan, Pria Jepang Meninggal dalam Kostum Maskot Karena Kepanasan

Firdaus Anwar - detikHealth
Suhu di dalam kostum kemungkinan lebih tinggi dari udara di luar. (Foto ilustrasi: Thinkstock)
Jakarta - Gelombang panas dilaporkan menyerang Jepang beberapa hari belakangan dengan temperatur tertinggi tercatat mencapai 37 derajat celsius. Hal ini dilaporkan memakan 11 korban jiwa, yang salah satu di antaranya seorang pemuda di dalam kostum maskot.

Pria berusia 28 tahun tersebut dilaporkan meninggal usai melakukan latihan dengan para staf taman Hirakata pada hari Minggu (28/7) lalu. Ia diketahui latihan dansa selama 20 menit sambil menggunakan kostum peri seberat 16 kilogram.


Di tengah latihan tiba-tiba saja sang pria hilang kesadaran dan dilarikan ke rumah sakit hingga akhirnya meninggal dunia karena heat stroke.

Dikutip dari BBC pada Kamis (1/8) pihak pengelola Keihan Leisure Service memberikan respons berjanji akan "mencari penyebab kejadian" dan berusaha "melakukan tindakan pencegahan agar tidak terjadi lagi". Pengelola lalu membatalkan seluruh acara yang melibatkan kostum maskot.

Heat stroke sendiri adalah kondisi yang terjadi ketika tubuh tidak mampu mengendalikan suhu internal yang normalnya sekitar 37 derajat celsius. Gejala heat stroke termasuk kurangnya keringat, pusing, mual, dan muntah-muntah.

Heat stroke menyebabkan kulit memerah dan mempercepat kerja nadi. Jika tidak ditangani dengan cepat, heat stroke dapat mengakibatkan kematian atau cacat permanen.



Simak Video "Virus Corona Ada di Makanan Beku, WHO Sebut Belum Ada Bukti"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)