Jumat, 02 Agu 2019 13:24 WIB

Viral Konsumsi Semangka yang Retak Bisa Bikin Kanker, Bagaimana Faktanya?

Firdaus Anwar - detikHealth
Semangka yang bolong di tengahnya disebut bisa bikin kanker. (Foto: Tangkapan layar Facebook) Semangka yang bolong di tengahnya disebut bisa bikin kanker. (Foto: Tangkapan layar Facebook)
Jakarta - Di media sosial Facebook beredar informasi yang mengimbau agar netizen tidak mengonsumsi semangka yang daging buahnya tampak retak atau berongga. Hal ini disebut karena adanya penambahan zat kimia yang dapat menyebabkan kanker bila masuk tubuh.

"Buah semangka yang memiliki keretakan didalamnya telah diobati dengan dengan bahan kimia. Retakan pada daging buah ini muncul karena hasil dari zat kimia yang disebut forchiorfenuro (bubuk kimmia yang digunakan untuk mempercepat buah).

Zat kimia tersebut jika masuk kedalam tubuh dapat menyebabkan kanker, kerusakan saraf dan merusakkan kesehatan secara menyeluruh. Oleh karena itu anda hharus menghindari memakan semangka jika melihat retakan didalam daging buah," tulis potongan pesan.


Hingga artikel ditulis pada Jumat (2/8/2019), pesan yang pertama kali diunggah pada 16 Juli 2019 tersebut sudah dibagikan lebih dari 16 ribu kali dan mengundang 271 komentar. Beberapa netizen ada yang percaya tapi tidak sedikit juga yang skeptis.

"Salah. Ini karena tingkat ketuaan semangka. Semangkin tua maka akan ada pecahan pada tengah semangka. Dan rasanya lebih manis," komentar salah satu pengguna Facebook.

Halaman pengecekan fakta yang dikelola oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia menyebut informasi semangka retak menyebabkan kanker ini hoax alias bohong. Retakan di tengah semangka dikenal dengan sebutan hollow heart dan bisa muncul karena kegagalan proses pertumbuhan.

"Dalam penelitian, spesialis buah dan sayuran dari Universitas Delaware, Gordon Johnson, hollow heart muncul berhubungan dengan fase penyerbukan atau polinasi. Hormon tumbuhan memegang peran penting munculnya kondisi ini. Dari penelitian itu disimpulkan hollow heart pada semangka dapat disebut bukan penyakit atau bukan dari forchlorfenuron, namun kegagalan proses pertumbuhan," tulis Kominfo.

Dikutip dari situs resmi Asosiasi Petani Semangka Amerika Serikat (Watermelon Board), kondisi hollow heart sebetulnya tidak berdampak negatif pada kualitas, rasa, dan keamanan buah semangka.



Simak Video "Payudara Prostetik untuk Pengidap Kanker Payudara"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/wdw)