Sabtu, 03 Agu 2019 13:00 WIB

Mencoba Masker Elektrik di Tengah Tingginya Polusi Udara Kota Jakarta

Firdaus Anwar - detikHealth
Masker elektrik. (Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth) Masker elektrik. (Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth)
Jakarta - Untuk melawan efek buruk polusi udara di Jakarta beberapa orang memilih alternatif menggunakan masker sebagai pelindung diri. Nah terkait hal tersebut belakangan populer masker elektrik yang dilengkapi dengan filter kipas bertenaga baterai.

Di berbagai lapak online, produk semacam ini dibanderol dengan harga sekitar Rp 300-700 ribu. Dikutip dari deskripsi yang menyertai, produk ini mengusung teknologi nano dan bisa menyaring PM 2,5 atau partikel debu berukuran lembut dengan kode N95.

Kode N95 biasa diberikan untuk masker yang sudah melalui tahap pengujian minimal bisa menyaring 95 persen partikel halus di udara. Menurut dr Agus Dwi Susanto, SpP(K) dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) masker yang bagus memang idealnya mampu menyaring polutan hingga 95 persen.


Untuk tahu rasanya, detikHealth menjajal salah satu produk masker elektrik pada hari Jumat (2/8/2019) sore. Masker dicoba selama kurang lebih setengah jam dengan kondisi masing-masing jalan kaki dan naik kendaraan motor di daerah Jakarta Selatan.

Kondisi Air Quality Index (AQI) menurut pantauan AirVisual mencapai skor 171. Dengan rentang AQI 0-500 artinya skor 171 menunjukkan kondisi udara tidak sehat.

Ketika pertama kali dipakai cengkraman masker elektrik di wajah terasa lumayan kuat, namun masih bisa ditoleransi karena ukuran talinya bisa disesuaikan. Masker juga tidak terlalu menekan area hidung seperti kebanyakan masker tipe N95.

Beberapa menit dipakai hal yang terasa adalah masker relatif nyaman tidak menyebabkan gerah pada area mulut. Debu juga tak terasa menembus masker meski dengan kondisi jalan relatif padat. Soal yang satu ini, jelas lebih unggul dibanding masker bedah atau populer disebut 'masker ojol' karena sering jadi perlengkapan standar ojek online.

Hanya saja catatan ketika berkendara naik sepeda motor, masker elektrik ini mungkin tidak cocok dipakai bersamaan dengan helm full face. Dimensi masker yang relatif tebal karena ada filter kipas bisa membuat ruang kosong di dalam helm jadi terlalu penuh.

Selebihnya karena masker listrik ini menggunakan baterai maka jangan sampai lupa untuk mengisi kembali daya setiap usai dipakai. Selengkapnya, komparasi 3 jenis masker paling populer bisa disimak di artikel:

Komparasi 3 Jenis Masker Paling Populer, Mana yang Efektif Menangkal Polusi?


Simak Video "Kapan Waktu yang Tepat untuk Gunakan Masker atau Respirator?"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)