Sabtu, 03 Agu 2019 16:22 WIB

Masker N95 Vs Masker Ojol, Dokter Paru: Cara Pakai Lebih Menentukan

Rosmha Widiyani - detikHealth
Masker N95 vs masker ojol. Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth Masker N95 vs masker ojol. Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth
Jakarta - Masker menjadi salah satu sarana yang dianjurkan dokter menghadapi dampak polusi. Dari sekian banyak masker yang ada di pasaran, mana yang lebih baik? Ternyata ada yang lebih menentukan dibanding jenis masker, yakni cara menggunakannya.

"Bisa pakai masker jenis mana saja, asal tidak sering dilepas. Jangan sampai maskernya N 95 tapi cuma dipakai 30 detik, lalu dilepas atau tanpa masker 2 jam. Jadinya tujuan melindungi tidak tercapai," kata dokter ahli paru dr Gatut Priyonugroho, SpP dari Rumah Sakit Universitas Indonesia.



Menurut dr Gatut, masker sebaiknya terus digunakan selama berinteraksi dengan zat yang menyebabkan polusi (polutan). Jika seseorang berada di luar ruangan atau berada di tempat berpolusi 12 jam, maka selama itu masker harus terus menutupi hidung dan mulut tanpa dilepas.

Dengan durasi yang kadang lama, tidak tiap orang bisa tahan menggunakan masker N 95. Masker ini menutup ketat areal sekitar hidung dan mulut, hingga kadang terasa sesak dan tidak nyaman. Dengan kondisi tersebut, masker ojol mungkin terasa lebih nyaman sehingga bisa terus digunakan.

Menurut dr Gatut, masker sebaiknya memang digunakan selama berada di lingkungan berpolusi. Masker memang tidak melindungi sepenuhnya dari polusi udara. Namun, menggunakan masker menekan materi polutan yang masuk dan merusak kesehatan tubuh.



Simak Video "Penjelasan Dokter Soal Viral Masker Pantyliner untuk Lawan Asap"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)