Minggu, 04 Agu 2019 06:09 WIB

Urusan Pilih Masker, Dokter Paru Samakan dengan Kontrasepsi

Rosmha Widiyani - detikHealth
Apapun jenis maskernya, cara pakai lebih menentukan efektif atau tidaknya (Foto: Ari Saputra) Apapun jenis maskernya, cara pakai lebih menentukan efektif atau tidaknya (Foto: Ari Saputra)
Jakarta - Masker menjadi salah satu yang disarankan dokter paru menghadapi bahaya polusi. Saat ini beredar banyak model masker yang menawarkan berbagai manfaat dan kemudahan penggunaan.

Dokter ahli paru dr Gatut Priyonugroho, SpP dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) menyarankan tidak perlu bingung. Masker berbagai jenis bisa digunakan untuk mencegah dampak polusi, asal tidak sering lepas pakai.

"Jenis masker apa saja bisa digunakan asal sesuai kemampuan dan tidak lepas pakai. Milih masker sebetulnya mirip pilih alat kontrasepsi. Sama-sama efektif, tapi metode yang sesuai untuk orang lain belum tentu cocok untuk diri sendiri," kata dr Gatut.


Milih masker sebetulnya mirip pilih alat kontrasepsi. Sama-sama efektif, tapi metode yang sesuai untuk orang lain belum tentu cocok untuk diri sendiri.dr Gatut Priyonugroho, SpP - Rumah Sakit Universitas Indonesia

Menurut dr Gatut, idealnya dilakukan fit test sebelum memilih masker. Hal ini memastikan masker tidak bocor yang memungkinkan udara masuk tanpa tersaring. Selanjutnya, pasien diminta terus menggunakan masker sampai ditemukan yang cocok.

Sayangnya, metode ini hanya bisa dilakukan di rumah sakit tipe A. Dengan keterbatasan ini, dr Gatut menyarankan tak perlu mengkhawatirkan jenis masker yang harus dipilih. Masker apa saja bisa digunakan untuk melindungi diri dari polusi.

Selain jangan lepas pakai, dr Gatut juga mengingatkan kerap ganti masker. Penggunaan masker jangan sampai lebih dari 24 jam, tanpa perlu menunggu rusak atau basah. Kerap ganti memastikan masker berfungsi maksimal.



Simak Video "Penjelasan Dokter Soal Viral Masker Pantyliner untuk Lawan Asap"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)