Selasa, 06 Agu 2019 08:30 WIB

ASI Basi Imbas Listrik Mati, Ini Saran Psikolog Agar Ibu Tak Stres

Frieda Isyana Putri - detikHealth
ASI Perah titip minimarket. (Foto: Uyung/detikHealth) ASI Perah titip minimarket. (Foto: Uyung/detikHealth)
Jakarta - Listrik padam massal yang terjadi di Jabodetabek meresahkan para ibu muda yang menyetok ASI perah di freezer. Listrik yang kunjung menyala kembali membuat ASI perah tersebut berisiko dibuang karena sudah tidak layak dikonsumsi kembali.

Sebagian para ibu merasakan panik dan stres akibat hal tersebut. Salah satunya dialami Kiki (30), karyawati asal Bandung yang mengaku sangat stres jika ASI perahnya harus terbuang karena listrik padam, apalagi dirinya adalah seorang ibu pekerja alias working mom.

"Kepikiran banget sih kalau ASIP, kan aku kerja. Ya stres banget lah, ngebayangin harus nyetok ASIP lagi gitu. Di sela-sela kerja, di sela-sela istirahat di rumah," katanya saat berbincang dengan detikHealth, Senin (5/8/2019).


Agar tidak merasa stres yang berlebihan, Kantiana Taslim, MPsi, Psikolog, Psikolog Klinis di Personal Growth menyarankan ASI perah bisa disumbangkan apabila ada yang masih bisa digunakan.

Selain itu, ia juga menyarankan untuk meminjam kulkas teman, saudara atau kenalan yang daerahnya tidak terkena listrik padam massal. Jika tidak semua bisa ditampung, sisanya bisa disumbangkan.

"Kalau dibilang stres sih pasti ya karena itu suatu hal yang nggak ter-plan dengan baik. Suatu situasi yang di luar kontrol kita. Yang terpenting adalah pada saat itu kalau memang tidak bisa semuanya kita ambil ya sudah secukupnya, tapi sisanya bisa mereka sumbangkan ke orang lain yang mungkin anak-anaknya juga membutuhkan," tutur Kantiana melalui pesan singkat.

Kemampuan meregulasi stres juga baik dalam keadaan tersebut agar tidak berimbas pada mood anak. Kantiana menyarankan jika listrik masih padam, ajak anak-anak ke tempat terang atau keluar rumah agar semakin mempererat ikatan antara orang tua dan anak.






Simak Video "Bunda, ASI Eksklusif Bisa Lindungi Anak dari Kanker Darah"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)