Kamis, 08 Agu 2019 14:37 WIB

Stok ASIP Habis Tapi Ibu Harus Kerja? Ini Saran Dokter

Michelle Natasya - detikHealth
Dokter berikan saran bagi ibu bekerja yang menyusui. Foto: iStock Dokter berikan saran bagi ibu bekerja yang menyusui. Foto: iStock
Jakarta - Listrik padam dalam jangka waktu yang cukup lama pada akhir pekan lalu membuat beberapa ibu menyusui di kawasan Jabodetabek ketar-ketir lantaran stok Air Susu Ibu Perah (ASIP) yang mereka bekukan di lemari es mencair.

ASIP yang mencair harus segera dikonsumsi dalam jangka waktu 4 jam karena lebih dari itu tidak layak dikonsumsi dan harus dibuang. Karena listrik padam cukup lama, tak sedikit ibu menyusui yang akhirnya harus membuang stok ASIP mereka lantaran basi.

"Tadinya emang nggak mau dibuang mau dibekuin lagi. Tapi mikir kesehatan anak, kasian kalo anak kenapa-napa juga kan karena susu. Yaudah akhirnya dengan sedih hati buang ASI-nya deh satu baskom," curhat Mutia Lestari, seorang ibu muda, kepada detikHealth beberapa waktu lalu.


dr Fransiska Farah, SpA, MKes dari RS Pondok Indah (RSPI) memberikan tips bagi ibu menyusui yang kehabisan stok ASIP, tetapi harus tetap bekerja ke kantor.

1. Liat dulu jarak rumah dengan kantor jauh atau tidak. Kalau jarak masih memungkinkan ibu untuk pulang, baiknya saat jam istirahat kantor, ibu dapat pulang untuk menyusui bayinya secara langsung.

2. Jika memang sekiranya ibu tidak dapat pulang karena jarak jauh dan di kantor tersedia tempat penitipan bayi, ibu dapat menitipkan bayi di sana. Saat istirahat, ibu bisa sewaktu-waktu menyusui si kecil.

3. Ibu dapat menggunakan jasa pengiriman ASI. Dengan cara ini, ibu dapat memerah di kantor dan mengirimkan ASIP lewat kurir ASI.

4. Jika memang bayi sudah memasuki usia 4 bulan atau lebih dan secara motorik sudah baik, ibu dapat memulai pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI). Anak yang sudah diberikan MPASI, kebutuhan ASI-nya akan berkurang sehingga ibu tak perlu pusing dengan stok ASIP.

5. Menggunakan ASI donor. Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memberikan ASI donor kepada anak. Secara medis, pastikan ibu pendonor ASI terbebas dari beberapa penyakit yang dapat ditularkan melalui ASI seperti hepatitis B, hepatitis C, HIV, dan Sitomegalovirus (CMV).



Simak Video "Bunda, ASI Eksklusif Bisa Lindungi Anak dari Kanker Darah"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)