Kamis, 08 Agu 2019 11:31 WIB

Faktor Risiko Kanker Limfoma, Penyakit yang Diidap Cosmas Batubara

Firdaus Anwar - detikHealth
Cosmas Batubara meninggal setelah berjuang melawan kanker limfoma. (Foto: Jefrie Nandy Satria/detikcom) Cosmas Batubara meninggal setelah berjuang melawan kanker limfoma. (Foto: Jefrie Nandy Satria/detikcom)
Jakarta - Mantan Menteri Tenaga Kerja era Presiden ke-2 RI Soeharto, Cosmas Batubara, meninggal dunia di usia 80 tahun. Cosmas menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kencana setelah dua tahun berjuang melawan penyakit kanker limfoma.

Dikenal juga sebagai kanker getah bening, kanker limfoma termasuk salah satu jenis kanker darah yang bisa menyerang semua kalangan. Hanya saja memang diketahui ada beberapa faktor yang bisa membuat seseorang jadi lebih berisiko terkena kanker limfoma.

Apa saja faktor risiko kanker limfoma? Berikut rangkuman detikHealth seperti dikutip dari Pusat Kanker Roswell Park:


1. Usia
Usia menjadi faktor penting karena banyak kasus kanker limfoma ditemukan di usia lanjut sekitar 55-an ke atas. Namun demikian ada beberapa tipe kanker limfoma yang juga umum menyerang orang dewasa muda usia 15-40 tahun.

2. Masalah sistem imun
Orang-orang yang memiliki masalah sistem imun seperti penyakit autoimun dapat mendorong sel limfomanya berkembang lebih cepat dari normal. Hal ini disebut mungkin meningkatkan risiko kanker limfoma.

3. Sejarah keluarga
Menurut ahli sekitar lima persen kasus kanker limfoma punya hubungan sejarah di keluarga. Memilliki saudara satu tingkat (orang tua, anak, adik-kakak) yang terkena kanker limfoma bisa ikut meningkatkan risiko kanker seseorang.

4. Paparan bahan kimia tertentu
Beberapa studi menyebut bahan kimia seperti benzena, herbisida, dan pestisida juga bisa meningkatkan risiko kanker limfoma.

5. Infeksi
Penyakit infeksi misalnya dari human immunodeficiency virus (HIV), virus Epstein-Barr, atau bakteri Helikobakter pilori dapat membuat sistem imun jadi lebih lemah. Dampaknya kanker limfoma jadi mudah untuk berkembang.



Simak Video "Mengenal Kanker Limfoma yang Merenggut Nyawa Pendiri Microsoft"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/wdw)