Jumat, 09 Agu 2019 19:09 WIB

Paparan Polusi Tingkatkan Risiko Bayi Lahir Prematur, Ini Penjelasannya

Michelle Natasya - detikHealth
Polusi udara di kota besar berdampak juga pada kehamilan (Foto: Grandyos Zafna) Polusi udara di kota besar berdampak juga pada kehamilan (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta - Paparan polusi yang terus menerus tidak hanya berbahaya bagi ibu hamil tetapi juga janin dalam kandungannya. Kandungan zat berbahaya dalam polusi mampu meningkatkan risiko bayi lahir prematur. Bagaimana penjelasan medis terkait hal ini?

Kelahiran prematur terjadi ketika bayi lahir sebelum waktunya. Banyak hal yang dapat memicu kontraksi lebih awal. Salah satu penyebabnya adalah infeksi. Paparan polusi secara terus menerus dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas pada ibu hamil.

"Infeksi saluran pernapasan atas dan batuk yang terus menerus yang ditimbulkan akibat paparan polusi dapat mempengaruhi kondisi janin. Hal inilah yang membuat polusi dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur," kata dr Merwin Tjahjadi, SpOG, dokter spesialis kebidanan dan kandungan di RS Pondok Indah (RSPI), saat dihubungi detikHealth, Jumat (9/8/2019).



Tidak hanya karena infeksi saluran pernapasan atas, plasenta yang tidak berkembang dengan baik akibat ibu hamil terlalu sering terpapar polusi juga menjadi penyebab bayi dapat lahir prematur. Kondisi perkembangan bayi yang sudah tidak baik dalam kandungan membuat tubuh berusaha mengeluarkan bayi lebih cepat.

"Akibat polusi, plasenta juga akan jadi cepat rusak dan tidak dapat bekerja dengan sempurna. Sehingga secara alami kehamilan itu akan merasakan kondisi tubuh yang sudah tidak baik, maka ia akan berusaha untuk kontraksi lebih awal. Bisa juga perkembangan bayi tidak baik akibat polusi, sehingga tubuh akan berusaha untuk mengeluarkan bayinya lebih cepat," jelas dr Merwin.

Dokter memberikan saran bagi ibu hamil untuk meminimalisir paparan polusi. Beberapa caranya adalah dengan memperhatikan kualitas udara sekitar dan memaksimalkan penggunaan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, menghindari aktivitas di luar ruangan di siang hari karena saat itulah polusi udara tertinggi, berupaya untuk memilih lingkungan hijau ketika berolahraga atau beraktivitas di luar ruang, serta menggunakan alat penyaring udara untuk membantu membersihkan udara ketika berada di dalam ruangan.



Simak Video "Cara Natasha Rizky Lindungi Keluarga dari Polusi"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)
News Feed