Jumat, 16 Agu 2019 07:45 WIB

Polusi DKI 'Very Unhealthy', Dampaknya Bisa Dicek dengan Tes DNA

Kintan Nabila - detikHealth
polusi udara di jakarta ada di level very unhealthy (Foto: tangkapan layar) polusi udara di jakarta ada di level very unhealthy (Foto: tangkapan layar)
Jakarta - Polusi Jakarta yang pagi ini masuk kategori 'very unhealthy' atau sangat tidak sehat bisa menyebabkan tubuh rentan terkena penyakit. Para pakar menyebutnya sebagai stes oksidatif, dan bisa berdampak pada risiko serangan jantung.

Apa yang bisa memicu stres oksidatif? Praktisi kesehatan dr Jessica Lepianda menjelaskan, stres oksidatif bisa terjadi ketika kita sering terpapar radikal bebas dari polusi udara.

"Stres oksidatif terjadi saat radikal bebas, lebih banyak dari antioksidan dalam tubuh kita," katanya saat diwawancarai detikHealth di Four Seasons Hotel, Jakarta. Kamis (15/8/2019).



Terlalu sering terpapar polusi udara dan sinar UV, membuat tubuh rentan terkena penyakit dan pikiran pun jadi stres. Namun, ketahuilah perbedaan antara stres biasa dan stres oksidatif. Pasalnya, stres oksidatif sangat berbahaya dan bisa berisiko serangan jantung.

Bagaimana caranya untuk mengetahui apakah kita terkena stres oksidatif? Menurut dr Jesi, hal tersebut bisa diketahui ketika kita melakukan tes DNA.

"Dari pemeriksaan kita bisa tahu, berisiko tinggi enggak untuk mengalami stres oksidatif. Kalau sudah tahu kita punya risiko, harapannya kita akan mengubah gaya hidup, pola makan. Sehingga kita bisa hidup lebih sehat," katanya.



Simak Video "Cara Natasha Rizky Lindungi Keluarga dari Polusi"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)
News Feed