Jumat, 16 Agu 2019 16:50 WIB

Seputar Imunisasi MR: Manfaat sampai Efek Sampingnya

Lusiana Mustinda - detikHealth
Imunisasi MR. Foto: Wikha Setiawan/detikcom Imunisasi MR. Foto: Wikha Setiawan/detikcom
Jakarta - Imunisasi MR atau vaksin MR diberikan untuk mencegah penyakit campak dan rubella. Apa sih imunisasi MR itu?

Vaksin MR (vaksin campak dan rubella) merupakan imunisasi yang diberikan untuk mencegah terjadinya penyakit yang disebabkan oleh virus campak dan rubella (campak Jerman). Kedua penyakit ini merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh virus.

Penularan penyakit ini bisa ditularkan melalui saluran napas, terutama kontak langsung dengan penderita yang terinfeksi melalui batuk atau pun bersin.

Campak bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan demam, ruam, batuk, pilek, dan mata merah serta berair. Jika terjadi komplikasi serius bisa menyebabkan infeksi telinga, diare, pneumonia, hingga kerusakan otak.

Imunisasi MR.Imunisasi MR. Foto: Firdaus Anwar

Sedangkan rubella juga menyebabkan infeksi virus yang mengakibatkan tubuh demam, sakit tenggorokan, ruam, hingga mata gatal. Rubella bisa terjadi pada anak-anak, remaja, dan ibu hamil.

Campak dan rubella yang menyerang ibu hamil cukup berbahaya. Pada wanita yang masih hamil muda, rubella dapat menyebabkan keguguran dan kematian bayi dalam kandungan hingga kelainan bawaan pada bayi.

Berikut ini seputar imunisasi MR yang perlu kamu tahu:

1. Manfaat Imunisasi MR

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya. Manfaat imunisasi MR adalah untuk mencegah tubuh terserang penyakit campak dan rubella.

2. Berbeda dengan Imunisasi MMR

Banyak orang yang masih belum mengetahui apa perbedaan antara imunisasi MR dan MMR. Imunisasi MR (Measles dan Rubella) merupakan kombinasi vaksin campak atau Measles (M) dan Rubella (R). Sedangkan imunisasi MMR (Measles, Mumps dan Rubella) terdiri dari 3 komponen vaksin yaitu Mumps (gondongan), Measles (campak), dan Rubella.

Sehingga perbedaan ini ada pada kandungan mumps untuk melawan gondongan yang tidak dimasukkan ke dalam vaksin MR. Gondongan adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dapat mengakibatkan terjadinya demam, nyeri, dan pembengkakan kelenjar di bawah telinga.


3. Siapa yang Perlu Menerima Imunisasi MR

Imunisasi MR diberikan pada semua anak pada usia 9 bulan sampai 15 tahun. Bagi anak yang sebelumnya sudah mendapatkan imunisasi campak, imunisasi MR ini tetap perlu diberikan.

Wanita yang ingin merencanakan kehamilan juga perlu mendapatkan vaksin ini.

4. Efek Samping Imunisasi MR

Umumnya imunisasi MR tak memberikan efek samping yang berarti. Namun tubuh setiap orang penerimaannya berbeda. Beberapa orang bisa mengalami efek samping seperti demam, ruam kulit, atau nyeri di bagian kulit bekas suntikan.

Akan tetapi ini merupakan reaksi yang normal dan akan menghilang dalam waktu sekitar 2-3 hari.

Efek samping ini bisa saja timbul dikarenakan imunisasi adalah suatu tindakan dengan memasukkan zat yang berasal dari kuman, baik yang sudah mati atau pun yang dilemahkan.

Diharapkan dengan pemberian imunisasi ini, sistem pertahanan tubuh dapat mengenali kuman tersebut sehingga tubuh bisa mengatasinya apabila suatu saat terjadi infeksi.

Vaksin ini telah mendapat rekomendasi dari WHO (Badan Kesehatan Dunia) dan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan. Vaksin ini juga telah digunakan di lebih dari 141 negara di dunia.

5. Persyaratan Sebelum Melakukan Imunisasi MR

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Anung Sugihantoro mengatakan ada 4 syarat dari sisi kesehatan yang perlu diperhatikan sebelum mulai imunisasi.

1. Vaksin ditujukan untuk anak berusia 9 bulan - 15 tahun
2. Penerima harus dalam keadaan sehat atau tidak baru saja sembuh dari penyakit berat
3. Tidak memiliki riwayat alergi dengan vaksin sebelumnya
4. Pemberian vaksin atau imunisasi harus dilakukan oleh tenaga ahli alias tenaga kesehatan profesional.

Berdasarkan penelitian Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM), ada dua kandungan yang menyebabkan vaksin MR haram. Pertama kandungan kulit dan pankreas babi, kedua organ tubuh manusia yang disebut human deploit cell.

Namun MUI memperbolehkan penggunaan imunisasi MR karena belum ditemukannya vaksin MR yang halal. Alasan yang lain adalah bahaya yang akan timbul jika imunisasi MR tidak dilakukan.



Simak Video "Obat HIV/AIDS Tersedia Gratis untuk Masyarakat"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/nwy)