Sabtu, 17 Agu 2019 09:07 WIB

Ini Pemakai Tangan Bionik Asli Tangerang, Lengan Aslinya Tergiling Mesin Pon

Widiya Wiyanti - detikHealth
Rian, pemakai tangan bionik asli Tangerang. Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth Rian, pemakai tangan bionik asli Tangerang. Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth
Jakarta - Semua orang pasti menginginkan memiliki anggota tubuh lengkap. Namun nahas bagi Rian Satriani (21) harus kehilangan tangan kanannya karena tergiling mesin pon lima tahun lalu.

Dalam lima tahun pula Rian tidak memiliki tangan kanan hingga akhirya sebuah yayasan yang disebut Helping Hand Indonesia mencoba membantunya dengan memberikan tangan bionik atau tangan robot untuk Rian melakukan aktivitas sehari-hari.

Akhirnya Rian mendapatkan tangan bionik ciptaan dosen dan mahasiswa dari Swiss German University (SGU) di Tangerang. Tangan bionik ini bekerja dengan menangkap sinyal-sinyal listrik lengan Rian dengan menggunakan sensor berteknologi surface electromyography (sEMG).

"Pertama kali sih aneh banget, soalnya nggak nyangka juga ada pembuatan tangan gini yang bergerak melalui otot-otot saraf kita. Jadi ketika saya ingin bergerak, dia nurut hehe," ungkap Rian saat ditemui detikHealth di SGU, Tangerang, Jumat (16/8/2019).

Rian mengaku bahagia sekali bisa menggunakan tangan bionik ini meskipun modelnya yang cukup berat, yaitu sekitar 1,5 kilogram. Namun Rian pantang menyerah untuk terus beradaptasi dengan tangan barunya.

"Berat sih pasti, sama kesulitan untuk tanggap gelang mayo-nya dengan tangannya ini. Dia (sensor -red) harus mencari saraf-sarafnya harus pas, kalau nggak pas nggak mau ngangkat," lanjut Rian yang bekerja di kedai bakso.

Tangan Rian tergiling mesin pon lima tahun lalu.Tangan Rian tergiling mesin pon lima tahun lalu. Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth




Menurut pembuat tangan bionik ini yang juga dosen Jurusan Mekatronika di SGU, Dr Eka Budiarto, ST, MSc, kendala terjadi karena lengan Rian mengecil karena otot-ototnya tidak digunakan selama lima tahun. Namun dengan latihan terus-menerus, Rian akan beradaptasi menggunakan tangan bionik ini dengan mudah.

Tangan bionik yang digunakan Rian saat ini masih terus dikembangkan dengan teknologi-teknologi yang lebih canggih dan model tangan yang lebih fleksibel.

"Nanti kita cobakan lagi, kita sempurnakan dulu. Jadi ketika dipakai ini kita meminta agar Mas Rian ini secara rutin meng-up date kita feeling nya seperti apa, ada masalah nggak. Semua input-input ini kan long term studinya. Jadi kita tahu 'oh ini yang perlu di-improve'. Tambah lama harapannya kita punya yang sudah improve," jelas Eka.

Tangan bionik dikembangkan oleh dosen dan mahasiswa dari Swiss German University (SGU).Tangan bionik dikembangkan oleh dosen dan mahasiswa dari Swiss German University (SGU). Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth


Pembuatan tangan bionik ini juga didanai oleh Yayasan Helping Hand Indonesia yang memiliki perhatian khusus kepada teman-teman disabilitas.

"Harapan kita SGU bisa me-develop lagi membuat ini lebih perfect, lebih gampang dipakai orang lain. Jadi bukan cuma Pak Rian, tapi semuanya. Harapan kita membantu banyak orang, tujuan utama kita itu," tutur Wadi Chan dari Helping Hand Indonesia.



Simak Video "Bangga! Ini Tangan Bionik Ciptaan Anak Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)