Ketiga mahasiswa tersebut adalah Mustika Sari, Sarah Salsabila, dan She Liza Noer, tiga mahasiswa Universitas Indonesia (UI) jurusan Teknik Bioproses Fakultas Teknik. Riset ini dilakukan dalam rangka Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diadakan oleh Kemenristekdikti.
Dengan tingkat kasus kanker serviks yang terus meningkat dan populasi Lionfish yang meledak sampai 700 persen, ketiga mahasiswa ini mendapatkan ide untuk menggali literatur terkait penggunaan Lionfish sebagai alternatif obat dari bahan alam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penelitian ini baru tahap awal. Penelitian lanjutan masih perlu dilakukan untuk memperdalam riset.
"Penelitian ini merupakan langkah awal dan baru diujikan secara in vitro terhadap sel kanker serviks dan hasilnya racun Lionfish punya efek inhibisi terhadap sel kanker tersebut sebesar 37 persen," jelas Mustika.
Penelitian awal ini memakan waktu selama 4 bulan. Mustika menceritakan salah satu tantangannya melakukan riset ini. "Karena yang diolah racun jadi sebagai peneliti harus sangat berhati-hati ketika melakukan uji," cerita Mustika.
Mustika sendiri berharap penelitian ini dapat terus dilanjutkan. Menurutnya, vaksin kanker cenderung mahal, sehingga dibutuhkan banyak alternatif obat dengan harga yang terjangkau.
"Jika dilakukan penelitian lebih lanjut mungkin racun Lionfish ini bisa digunakan untuk mengobati jenis kanker lainnya," pungkasnya.
(up/up)











































