Rabu, 21 Agu 2019 17:15 WIB

Soal Vitamin Kedaluwarsa, BPOM Sudah Panggil Puskesmas Kamal Muara

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Kepala Badan POM, Penny K Lukito. (Foto: Grandyos Zafna) Kepala Badan POM, Penny K Lukito. (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta - Pemberian vitamin kedaluwarsa oleh Puskesmas Kamal Muara diangap sebagai kelalaian apoteker oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Untuk mencegah kejadian serupa terjadi kembali, BPOM telah memanggil pihak terkait untuk dimintai keterangannya.

"Sudah dipanggil, tapi tentu karena ini farmasi klinik ya jadi pelayanan tetap tanggung jawab dinas kesehatan. Badan POM tanggung jawabnya terhadap obatnya dan itu sudah dilakukan," sebut Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekusor dan Zat Adiktif BPOM, Rita Endang, Apt, MKes, kepada detikHealth, Rabu (21/8/2019).

Rita menambahkan, semua obat yang beredar sudah sesuai regulasi seperti pemberian tanggal kedaluwarsa. Oleh karena itu, penyimpanan dan pemberian obat tentu tak boleh melewati masa tanggal yang berlaku.


"Disimpannya sesuai dengan tanggal kedaluwarsa. Jadi tanggal kedaluwarsa adalah tanggal di mana produk tersebut disimpan dan boleh sampai tanggal tersebut digunakan lebih dari situ memang tidak boleh digunakan," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan POM, Penny K Lukito menegaskan semua pihak mulai dari puskesmas, rumah sakit, dan klinik dilarang keras memberikan obat kedaluwarsa pada pasien dan aturan tersebut sudah berlaku sejak lama. Jika menemukan, BPOM tentu akan menindak tegas pelakunya.

"Tidak boleh menjual obat kedaluwarsa itu sudah jelas. Tentunya balai akan segera bergerak untuk melakukan tindakan kalau menemukan fasilitas kefarmasian yang menjual obat kedaluwarsa. Jadi sudah jelas," tutup Penny.



Simak Video "Obat Maag Ranitidin Ditarik, BPOM Umumkan Daftar Obat Pengganti"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)