Kamis, 22 Agu 2019 13:26 WIB

Laporan WHO Soal Bahaya Mikroplastik dalam Produk Air Minum Kemasan

Firdaus Anwar - detikHealth
Mikroplastik di air minum kemasan disebut WHO memiliki risiko kesehatan yang rendah. (Foto ilustrasi: Hans Henricus BS Aron/detikcom) Mikroplastik di air minum kemasan disebut WHO memiliki risiko kesehatan yang rendah. (Foto ilustrasi: Hans Henricus BS Aron/detikcom)
Jakarta - Pada tahun 2018 sempat heboh temuan studi yang menyebut banyak produk air minum kemasan tercemar plastik mikro (mikroplastik). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) langsung melakukan investigasi dan kini melaporkan hasil temuannya.

Menurut WHO pada Kamis (22/8/2019) tingkat cemaran mikroplastik yang ada di berbagai air minum kemasan saat ini memiliki risiko kesehatan rendah. Kebanyakan mikroplastik masuk ke air secara tidak sengaja dalam proses pengemasan seperti dari tutup botol.


"Pesan utamanya adalah untuk meyakinkan konsumen air minum di seluruh dunia, bahwa berdasarkan penilaian ini, penilaian kami adalah risiko kesehatan dari mikroplastik rendah," kata perwakilan WHO, Bruce Gordon, seperti dikutip dari Reuters.

WHO tidak menyarankan seluruh produk air minum kemasan diperiksa secara rutin. Namun perlu studi lebih lanjut untuk melihat apa yang sebetulnya terjadi pada partikel lebih kecil di dalam tubuh ketika seseorang tidak sengaja menelannya.

Kebanyakan partikel plastik yang ditemukan di air kemasan memiliki ukuran diameter lebih besar dari 150 mikrometer. Biasanya partikel tersebut akan dikeluarkan oleh tubuh akan tetapi ada kemungkinan partikel yang lebih kecil bisa menembus dinding pencernaan masuk ke dalam aliran darah.

"Untuk partikel ukuran kecil ini, buktinya masih sangat terbatas. Kami perlu tahu lebih banyak tentang apa yang diserap, didistribusi dan dampaknya bagi tubuh," kata salah satu peneliti WHO yang melaporkan temuan, Jennifer De France.



Simak Video "WHO Tetapkan Kecanduan Game Sebagai Gangguan Mental"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/kna)