Kamis, 22 Agu 2019 15:51 WIB

Pemeran 'Gangbang' Garut Tertular, Ini Tanda-tanda Infeksi HIV pada Wanita

Nabila Ulfa Jayanti - detikHealth
Tes HIV bisa dilakukan di mana saja, rahasia terjamin (Foto: AN Uyung Pramudiarja) Tes HIV bisa dilakukan di mana saja, rahasia terjamin (Foto: AN Uyung Pramudiarja)
Jakarta - Salah seorang pemeran pria dalam video 'seks gangbang' di Garut terinfeksi HIV (Human Imunodeficiency Virus). Infeksi yang hingga kini belum bisa disembuhkan tersebut bisa menyerang pria maupun wanita.

Infeksi HIV bisa saja tidak bergejala hingga pada titik tertentu, daya tahan tubuh menurun dan mudah terserang penyakit. Saat itulah, berbagai gejala bermunculan. Bila tidak diobati, kondisi bisa memburuk.



Dikutip dari Healthline, berikut beberapa gejala infeksi HIV yang bisa ditemukan pada wanita.

1. Seperti flu
Pada minggu-minggu awal setelah terkena HIV, gejala seperti flu dapat menyerang pasien. Demam, sakit kepala, membengkaknya kelenjar getah bening, muncul ruam, dan kekurangan energi merupakan beberapa yang bisa muncul. Hal ini bisa bertahan beberapa minggu. Gejala yang lebih parah dapat memakan waktu 10 tahun untuk datang.

2. Ruam dan luka pada kulit
Sebagian besar orang yang mengidap HIV mengalami masalah pada kulitnya. Salah satu gejala yang paling umum adalah beragam jenis ruam, tergantung kondisi pasien. Luka atau lesi juga dapat terjadi di bagian kulit mulut, alat kelamin, atau anus pasien.

3. Kelenjar bengkak
Kelenjar getah bening terdapat di seluruh bagian tubuh seperti leher, belakang kepala, ketiak, dan area selangkangan. Ia berfungsi sebagai bagian dari sistem yang menyaring virus patogen. Saat HIV menyerang, kelenjar ini membengkak akibat bekerja lebih. Bengkak bisa bertahan berbulan-bulan.



4. Infeksi
HIV mengakibatkan sistem imun pasien tak mampu melawan bakteri, yang berujung dengan infeksi penyakit. Beberapa penyakit yang mudah datang adalah pneumonia, tuberkulosis, dan jamur kandidiasis pada mulut atau vagina. Infeksi ragi dan infeksi bakteri bisa jadi umum pada perempuan yang positif HIV. Infeksi juga dapat ditemukan di mata, kulit, paru-paru, ginjal, otak, dan saluran pencernaan.

5. Perubahan menstruasi
Perempuan yang mengidap HIV bisa mengalami perubahan siklus menstruasi. Perubahan ini mencakup menstruasi yang lebih banyak atau sedikit dibanding keadaan normal, atau malah tak menstruasi sama sekali.

6. Peradangan pada panggul
Radang ini terjadi akibat infeksi pada rahim, tuba falopii, dan indung telur. Radang tersebut lebih sulit diobati pada penderita HIV dan cenderung sering terjadi.



Simak Video "Virus HIV Bisa Dihambat Sama Obat ARV"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)