Senin, 26 Agu 2019 13:31 WIB

Menkes Dukung Eksekusi Kebiri Kimia untuk Predator Seks Mojokerto

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Foto: iStock Foto: iStock
Jakarta - Predator seks di Mojokerto dijatuhi hukuman kebiri kimia oleh pengadilan setelah ketahuan memperkosa 9 anak sejak tahun 2015 lalu. Selain itu, pria berusia 21 tahun ini juga dikenai hukuman 12 tahun penjara.

Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek, mengatakan ia mendukung keputusan pengadilan untuk melakukan kebiri kimia untuk pelaku. Menurutnya hal tersebut sudah sesuai undang-undang yang berlaku.

"Kan sesuai undang-undang. Kalau sesuai undang-undang ya kita harus ikut. Kita nggak boleh melanggar undang-undang, gitu aja," tutur Menkes saat dijumpai di Ruang Leimena, Kementerian Kesehatan, Jl HR Rasuna Said, Senin (26/8/2019).



Menkes menambahkan Kementerian Kesehatan menghormati putusan tersebut dan berharap agar bisa diterima dengan baik oleh semua pihak terkait.

"Saya kira kita mendukung dan kita juga melihat kasusnya seperti demikian saya kira harus kita hormati," tambahnya.

Kebiri kimia atau chemical castatration dilakukan dengan menyuntikkan obat yang berfungsi menghambat pembentukan hormon testosteron. Ketika kadar hormon ini berkurang, maka libido atau gairah seks juga akan menurun.



Simak Video "Blak-blakan IDI: Kebiri, Hukuman Atau Rehabilitasi?"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)