Keenakan Pakai Ojol, Angka Diabetes di Perkotaan Meningkat

Keenakan Pakai Ojol, Angka Diabetes di Perkotaan Meningkat

Michelle Natasya - detikHealth
Selasa, 27 Agu 2019 15:02 WIB
Keenakan Pakai Ojol, Angka Diabetes di Perkotaan Meningkat
Apa-apa pakai ojol, lalu mengeluh berat badan nggak turun-turun. (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta - Masyarakat yang tinggal di daerah urban lebih rentan terkena risiko diabetes. Hampir dua pertiga dari total penderita diabetes melitus tinggal di daerah perkotaan. Beberapa faktor mempengaruhi seperti pola hidup yang kurang baik dan kurangnya aktivitas gerak.

Setiap orang pasti menginginkan kemudahan. Tidak terkecuali saat memilih transportasi umum. Kehadiran ojek online (ojol) membuat masyarakat lebih mudah dalam berpergian. Salah satu alasan ojol sebagai transportasi umum diminati adalah karena adanya layanan antar jemput di manapun termasuk langsung di depan rumah.

Melihat fenomena ini, dr Em Yunir, Sp.PD, Ketua Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI), mengatakan bahwa kehadiran ojol ini dengan kemudahannya justru membuat masyarakat urban semakin malas yang akhirnya mengacaukan pola hidup sehat. Tidak heran jika Jakarta memiliki angka pravelensi diabetes tertinggi di Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang ada ojek online. Nah, sebenarnya ojol ini bikin lifestyle kita jadi ngaco dan mundur lagi. Orang jadi males jalan kan. Kita jadi keenakan," kata dokter Yunir.



Menurutnya, penggunaan ojol boleh saja. Namun, untuk menghindari pengimplementasian pola hidup sehat yang semakin kacau, ojol seharusnya ditertibkan.

"Harusnya didisiplinin. Antar jemput harus di tempat tertentu, tidak sembarangan. Kalau sekarang jemput di stasiun, langsung depan pintu," pungkasnya.




(up/up)

Berita Terkait