Selasa, 27 Agu 2019 19:30 WIB

Saran Dokter untuk Mengurangi Risiko Diabetes di Perkotaan

Kintan Nabila - detikHealth
Gaya hidup kota membuat warganya rentan terserang diabetes. (Foto: Shutterstock) Gaya hidup kota membuat warganya rentan terserang diabetes. (Foto: Shutterstock)
Jakarta - Jakarta merupakan kota dengan prevalensi diabetes tertinggi di Indonesia. Dr Em Yunir, SpPD-KEMD, Ketua PERKENI (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia) Jaya, mengatakan bahwa peningkatan jumlah ini dikarenakan kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai penyakit diabetes.

"Saat ini masih banyak yang terlambat menyadari penyakit diabetes, bahkan 52% pasien diabetes sudah mengalami komplikasi saat terdiagnosa," katanya dalam temu media di Balai Kota Jakarta, Selasa (27/8/2019).

Karenanya, dr Yunir menyarankan agar masyarakat tidak menunda untuk melakukan skrining diabetes. Skrining diabetes tahapannya sederhana, bisa dengan periksa darah dan tensi seperti biasa.

"Kader-kader atau dokter puskesmas bisa melihat orang yang memiliki potensi diabetes, contohnya saat ibu atau orang tua yang membawa anaknya imunisasi ke Puskesmas. Sarankan untuk melakukan skrining diabetes juga," katanya.


Beberapa indikasi untuk dilakukan skrining bisa dilihat dari faktor resikonya, apakah orang tersebut berpotensi diabetes. Misalnya, umurnya di atas 40 tahun, memiliki berat badan berlebih atau keluarganya ada riwayat penyakit diabetes.

dr Yunir ingin pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk wajib skrining. Sebagai salah satu upaya untuk mengurangi angka prevalensi diabetes yang tinggi di Jakarta.

"Dalam waktu sebulan sekali harus ada kegiatan skrining diabetes di tempat kerja, misalnya 100 orang diskrining," pungkasnya.



Simak Video "Cara Natasha Rizky Lindungi Keluarga dari Polusi"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)