Kamis, 29 Agu 2019 13:40 WIB

Kasus-kasus Seks Oral yang Berakhir Tragis, Tersedak hingga Alergi Parah

Firdaus Anwar - detikHealth
Pemaksaan seks oral kini bisa dianggap sebagai bentuk kekerasan seksual. (Foto: iStock) Pemaksaan seks oral kini bisa dianggap sebagai bentuk kekerasan seksual. (Foto: iStock)
Jakarta - Dalam RUU KUHP baru yang akan disahkan DPR, seks oral kini bisa dianggap sebagai bentuk kekerasan seksual, perluasan definisi perkosaan. Pelanggarnya diancam hukuman pidana penjara paling lama 12 tahun penjara.

Menurut pendapat ahli dr Hanny Nilasari, SpKK, dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit Dan Kelamin Indonesia (Perdoski) kekerasan atau kejahatan seksual adalah segala sesuatu yang bisa menimbulkan dampak kesehatan. Dalam hal ini seks oral termasuk aktivitas berisiko sehingga tidak bisa dilakukan sembarangan apalagi dengan pemaksaan.

Sebagai contoh ada beberapa kasus seks oral pernah dilaporkan berakhir bencana:



1. Tersedak sampai meninggal

Dikutip dari CNN pengadilan di Florida, Amerika Serikat, pada tahun 2017 lalu mengadili seorang pria dengan dakwaan pembunuhan tingkat dua karena membuat kekasihnya meninggal saat seks oral. Pria yang diketahui bernama Richard Patterson tersebut mengaku tak sengaja membuat sang kekasih tersedak dengan alat kelaminnya.

Pada akhirnya ia terbukti tidak bersalah dan dibebaskan.

2. Alergi parah sampai dirawat

Seorang wanita berusia 31 tahun dari Spanyol dilaporkan dalam jurnal BMJ Case Reports harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami reaksi alergi berat (anafilaksis). Sebelum jatuh sakit sang wanita diketahui sedang memberikan seks oral pada pasangan lalu menelan air maninya.

Setelah dilakukan pemeriksaan dokter menemukan ternyata air mani pasangannya yang mengandung obat antibiotik amoksilin, sejenis penisilin. Pasangan sang wanita diketahui mengonsumsi amoksilin untuk mengobati infeksi telinga.

Kepada dokter di Hospital General Universitari d'Alacant sang wanita mengaku punya alergi obat penisilin.



Simak Video "Teknik Meditasi Pernapasan Sederhana"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)