Jumat, 30 Agu 2019 22:33 WIB

Tokoh KKN Desa Penari Bisa Lihat Hantu, Dokter Sebut Kemungkinan Psikosis

Rosmha Widiyani - detikHealth
Danau Rowo Bayu di Banyuwangi yang dikaitkan dengan kisah KKN Desa Penari (Ardian Fanani/detikcom)
Jakarta - Cerita viral KKN Desa Penari menghadirkan beberapa tokoh yang terlibat kisah misteri. Salah satu tokoh diceritakan bisa melihat hantu dan punya firasat yang kuat.

Merasa melihat hantu dan firasat yang kuat mungkin tidak dikenal dalam dunia medis. Namun ada saatnya halusinasi tersebut tetap muncul. Bila sensasi ini sampai mengganggu kehidupan sehari-hari tak ada salahnya berkonsultasi pada psikiater.

"Halusinasi dan delusi merupakan gejala dari gangguan psikosis. Gangguan jiwa ini ditandai ketidakmampuan membedakan antara khayalan dan realita. Psikosis adalah gangguan yang bersifat sementara dan bisa dipulihkan, asal fokus pada program yang sudah diberikan dan mendapat dukungan dari keluarga sekitar," kata dokter ahli jiwa dr Lahargo Kembaren, SpKJ.



Beikut penjelasan lengkap 4 gejala gangguan psikosis:

1. Halusinasi

Gejala ini ditandai gangguan persepsi panca indra. Misal mendengar suara suara bisikan, melihat bayangan, mencium aroma, atau merasa ada sesuatu di kulit dan lidah. Semua gangguan ini tidak ada sumbernya.

2. Delusi atau waham

Gejala ini ditandai keyakinan, pikiran, dan persepsi yang salah terhadap sesuatu yg tidak sesuai dengan kenyataan. Misal merasa ada yang mengejar, memperhatikan, berniat jahat, atau merasa diomongin. Gejala lain adalah merasa dijauhi teman atau punya kekuatan, yang tidak sesuai dengan kenyataannya.



3. Gangguan perilaku

Gangguan ini ditandai menarik diri dari lingkungan sosial, gangguan tidur, dan tidak doyan makan. Hal lain yang menandai gangguan perilaku adalah kesulitan mengerjakan hal yang sebelumnya mudah, gerakan jadi lambat, atau terlihat gelisah.

4. Perubahan mood, pikiran, dan pembicaraan

Perubahan mood meliputi cemas, sedih, dan khawatir yang berlebihan. Untuk pikiran meliputi sering curiga, sulit fokus dan berkonsentrasi, serta banyak melamun. Sementara untuk pembicaraan adalah dilakukan berulang-ulang, malas bicara, dan tidak nyambung.



Simak Video "Pandemi Sebabkan Masalah Kesehatan Mental Indonesia Meningkat 9 Persen"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)