Senin, 02 Sep 2019 10:46 WIB

Penyebab Paru-paru Kolaps Masih Misterius, CDC Sarankan Tak Pakai Vape

Michelle Natasya - detikHealth
Vape dikaitkan dengan kolapsnya paru-paru ratusan remaja di AS (Foto: iStock) Vape dikaitkan dengan kolapsnya paru-paru ratusan remaja di AS (Foto: iStock)
Topik Hangat Vape Vs Pneumonia
Jakarta - Beberapa waktu terakhir Amerika Serikat (AS) dikejutkan dengan laporan 149 remaja dari 15 negara bagian Amerika Serikat mengalami penyakit paru karena menggunakan rokok elektronik atau biasa disebut vape. Pusat Pengendalian dan pencegahan Penyakit (CDC) masih menyelidiki kasus tersebut.

Dikutip dari Live Science, mengingat lonjakan penyakit paru-paru misterius terkait dengan Vaping, CDC menyarankan masyarakat untuk segera berhenti menggunakan Vape selagi mereka melakukan investigasi lebih lanjut.

"Pertimbangkan untuk tidak menggunakan produk-produk vape," saran CDC.



Sejauh ini, mereka telah mengidentifikasi 215 kemungkinan kasus penyakit paru-paru yang terkait dengan vaping di 25 negara bagian.

Departemen Kesehatan Kota Milwaukee mengatakan sejauh ini sudah ada 16 orang yang dirawat di rumah sakit dengan penyakit paru-paru yang parah terkait dengan vaping.

CDC mengingatkan orang-orang yang memutuskan untuk menggunakan vape harus memonitor diri mereka sendiri terhadap gejala-gejala seperti batuk, sesak napas dan nyeri dada, dan segera mencari bantuan medis jika kondisi semakin buruk.

Pejabat pemerintah AS sedang menyelidiki merek dan jenis produk vape yang mungkin terlibat dalam kasus-kasus ini. Banyak pasien melaporkan menggunakan produk THC atau Tetrahydrocannabinol (senyawa aktif dalam ganja) sebelum mereka jatuh sakit. Namun, sampai saat ini penyebab pasti belum diketahui jelas.



Simak Video "Amankah Rokok Elektrik Digunakan?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)
Topik Hangat Vape Vs Pneumonia