Selasa, 03 Sep 2019 06:30 WIB

Vape Dikaitkan dengan Paru-paru Kolaps Bukan Cuma di AS

Michelle Natasya - detikHealth
Ilustrasi vape (Foto: iStock) Ilustrasi vape (Foto: iStock)
Topik Hangat Vape Vs Pneumonia
Jakarta - Tren rokok elektrik atau vape sudah mendunia. Tidak hanya di Amerika, di Indonesia pun sudah marak ditemui pengguna vape. Namun, belakangan pecinta vape dikejutkan dengan laporan ratusan remaja di Amerika yang mengalami penyakit paru secara massal akibat penggunaan vape.

Menurut dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P (K), FISR, FAPSR, Dokter Spesialis Paru di RS Paru Persahabatan, Jakarta Timur, jika dirunut ke belakang sebenarnya kasus terkait vape yang menyebabkan pasien kolaps sudah pernah terjadi sebelumnya. Namun, memang tidak masif seperti saat ini yang terjadi di AS.

Dalam sebulan ratusan remaja di AS mengalami gejala mual, muntah, diare, sesak, nyeri dada, sampai akhirnya harus dipasang ventilator akibat vape. Sampai saat ini Pusat Pengendalian dan pencegahan Penyakit (CDC) AS masih melakukan investigasi lebih lanjut.

Melihat hal ini, dokter Agus mengatakan mungkin saja kasus ini terjadi di Indonesia. Oleh sebab itu, dokter menyarankan bagi pengguna vape untuk sebaiknya berhenti merokok.

"Makanya saya sarankan pengguna vape ini untuk waspada dan hati-hati, sebaiknya berhenti merokok. Karena kasus ini di Amerika sudah sebanyak 215 pasien sejauh ini. Saya juga pernah dapet laporan kasus dari negara lain itu ada karena vape jadi kena pneumonia," kata dokter Agus pada detikHealth, Senin (2/9/2019).



Ketika ditanya soal penemuan kasus serupa di Indonesia, dokter Agus mengatakan sejauh ini memang belum ada laporan resmi terkait kasus akibat vaping. Namun, beberapa rekan sesama dokter melaporkan secara informal bahwa mereka pernah menangani kasus tersebut.

"Secara garis besar kalau di Indonesia belum ada laporan resmi di seminar atau simposium mengenai kasus vape. Tapi beberapa rekan saya sempat melaporkan secara informal bahwa mereka pernah menangani kasus paru-paru bocor akibat riwayat vaping. Itu ada beberapa," pungkasnya.



Simak Video "Amankah Rokok Elektrik Digunakan?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)
Topik Hangat Vape Vs Pneumonia