Rabu, 04 Sep 2019 14:41 WIB

IDAI: Tidak Semua Tongue Tie Perlu Dibedah

Michelle Natasya - detikHealth
Tidak semua bayi dengan tongue tie perlu operasi (Foto: iStock)
Jakarta - Belakangan viral di media sosial terkait surat keputusan internal Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) terkait pencabutan rekomendasi dan panduan praktik klinis diagnosis dan tata laksana tongue tie. Lantas, apa sih Tongue Tie itu?

Lidah terikat (ankyloglossia) atau biasa disebut Tongue Tie merupakan suatu kondisi pada bayi yang menyebabkan rentang gerak lidah terbatas. Hal ini disebabkan oleh frenulum lidah yang terlalu pendek, kencang, dan kaku. Frenulum merupakan jaringan tipis di bawah lidah bagian tengah yang terhubung pada dasar mulut.

Dikutip dari Healthline, lidah terikat mempengaruhi hampir 11 persen bayi yang baru lahir. Biasanya bayi akan kesulitan dalam proses menyusu sehingga asupan ASI kurang.

dr. Catharine M. Sambo, Sp.A(K), Sekretaris Bidang Hubungan Masyarakat, Pengurus Pusat IDAI, memberikan saran bagi orangtua untuk segera konsultasikan kondisi bayi jika ditemui beberapa hal seperti bayi sulit melekat di payudara atau sulit mengisap ASI, puting ibu nyeri atau lecet, proses menyusu sangat lama dan sering atau terputus-putus, dan kenaikan berat badan bayi lambat dan tidak sesuai kurva pertumbuhan. Jika ditemui hal tersebut segera periksakan kondisi bayi karena bisa jadi ia mengalami tongue tie.

"Penyebabnya banyak dan tidak eksklusif disebabkan oleh tongue tie, jadi memang sebaiknya diperiksa dokter, untuk mencari penyebabnya," jelas dokter Catharine saat dihubungi detikHealth, Rabu (4/9/2019).



Konsultasi ke dokter menjadi penting untuk melihat langkah medis kedepan. Tongue tie terdiri dari 4 tipe dan tidak semua kondisi tongue tie memerlukan proses bedah atau frenektomi.

"Tidak semua tongue tie perlu bedah. Sebanyak 50-75 persen bayi dengan kondisi tongue tie tetap dapat menyusu dengan baik walau mungkin perlu konseling dan pendampingan menyusui yang memadai. Jadi pesan intinya adalah periksakan atau konsultasikan ke dokter," pesan dokter Catharine.



Simak Video "Ikatan Dokter Anak Sarankan Sekolah Ditutup Sampai Desember 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)