Kamis, 05 Sep 2019 09:11 WIB

Dikaitkan dengan Paru Kolaps Usai Nge-vape, Apa Itu Chemical Pneumonia?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Sejumlah pengguna vape di AS mengalami pneumonia akibat paparan bahan kimia penyebab iritasi (Foto: iStock) Sejumlah pengguna vape di AS mengalami pneumonia akibat paparan bahan kimia penyebab iritasi (Foto: iStock)
Topik Hangat Vape Vs Pneumonia
Jakarta - Dinas kesehatan Milwaukee baru-baru ini mengingatkan warganya untuk berhenti mengisap vape atau rokok elektrik. Imbauan ini keluar menyusul kolapsnya paru-paru 16 remaja karena chemical pneumonia.

"Inflamasi (radang) pada paru-paru karena paparan iritan," demikian kata Milwaukee Health Department (MHD) dalam pernyatannya, dikutip dari Foxnews, Kamis (5/9/2019).

Ahli paru dari New York University, Melodi Pirzada, menerima sejumlah kasus serupa dalam beberapa pekan belakangan. Menurutnya, ini termasuk fenomena baru.

"Kami menyebutnya chemical pneumonitis, inflamasi paru karena inhalasi racun kimia. Cedera paru terkait vape," kata dr Pirzada, dikutip dari NYpost.



Tidak diketahui pasti produk apa yang diisap para remaja saat menggunakan vape. Namun dari wawancara, mayoritas memakai kandungan Tetrahydrocannabinol (THC), senyawa aktif dalam ganja.

Hingga saat ini, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengatakan ada 215 kasus pernapasan yang potensial berkaitan dengan vape, tersebar di 25 negara bagian. Kematian pertama yang diduga berhubungan dengan vape dilaporkan di Illinois pekan lalu, dan baru-baru ini dilaporkan terjadi juga di Oregon.

Selain menyarankan untuk tidak menggunakan vape, CDC juga mengingatkan untuk menghindari produk vaping ilegal atau black market. Produk-produk pasar gelap itu menawarkan berbagai rasa, termasuk rasa permen yang menarget anak-anak.



Simak Video "Amankah Rokok Elektrik Digunakan?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/kna)
Topik Hangat Vape Vs Pneumonia