Kamis, 05 Sep 2019 19:02 WIB

Saran Psikolog Jika Seseorang Tidak Nyaman Diambil Foto Diam-diam

Nabila Ulfa Jayanti - detikHealth
Diambil foto diam-diam (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Mengambil foto diam-diam di ruang publik bisa bermasalah jika objeknya merasa privasinya terganggu. Dalam situasi tersebut, korban yang merasa cemas bisa melindungi diri dengan bicara langsung pada pelaku.

Kecemasan pada korban bisa datang karena perilaku pelaku yang mencurigakan. Selain itu juga menimbulkan pikiran bahwa foto korban akan disalahgunakan, disebar lewat WA, dan sebagainya.

Saat kejadian seperti itu terjadi, korban sebaiknya berbicara langsung pada pelaku seperti membuat konfirmasi.



"Rekam sebagai bukti, minta pelaku menghapus foto, pastikan foto sudah terhapus, boleh minta identitas pelaku jika memungkinkan," kata psikolog dan juga penulis buku Nuzulia Rahma Tristinarum pada Kamis (5/9/2019).

Jika korban masih merasa cemas yang mengganggu, hendaknya menemui psikolog untuk mendapat bantuan.

Sebelumnya, sebuah video viral di Twitter tentang korban melabrak pelaku tak dikenal yang sudah mengambil fotonya diam-diam di sebuah kafe. Cuitan yang cukup panjang tersebut mengisahkan ketidaknyamanan korban, namun ia memilih untuk melawan dengan berbicara pada pelaku.



Simak Video "Kata Psikolog soal Prank yang Dibuat Ferdian Paleka"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)