Jumat, 06 Sep 2019 14:29 WIB

Aman! Menggunduli Rambut Kemaluan Tak Meningkatkan Risiko Infeksi

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Dipangkas habis pun tak masalah (Foto: thinkstock) Dipangkas habis pun tak masalah (Foto: thinkstock)
Jakarta - Penggemar Brazilian Wax boleh bernapas lega. Para ahli mematahkan anggapan bahwa risiko peningkatan risiko infeksi menular seks berhubungan dengan kebiasaan memangkas rambut kemaluan.

Artinya, tidak ada peningkatan risiko infeksi seksual meski rambut kemaluan sering-sering dipangkas secara ekstrem sekalipun. Penegasan yang didapat dari riset terbaru ini berlawanan dengan anggapan selama ini.

Dalam riset yang dimuat di Plos One tersebut, para ilmuwan menganalisis 200 mahasiswi yang menjalani pemeriksaan chlamydia dan gonorrhea atau kencing nanah. Dikutip dari Livescience, keduanya adalah infeksi seksual paling umum ditemukan di Amerika Serikat.



Nyaris semua partisipan memangkas rambut kemaluannya, dan paling banyak menggunakan alat cukur. Lebih dari 50 persen memangkasnya tiap pekan, 18 persen melakukannya 6 kali dalam sebulan sebelumnya.

Hasil pemeriksaan menunjukkan hanya 10 persen yang terinfeksi chlamydia maupun gonorrhea. Menariknya, mereka yang mencukur rambut kemaluan dengan ekstrem tidak lebih berisiko untuk terinfeksi.

Sayangnya, riset ini tidak menganalisis aktivitas seksual para partisipan. Risiko infeksi bagaimanapun lebih banyak dipengaruhi oleh perilaku seks yang tidak aman.



Simak Video "Daging Tak Matang Bisa Bikin Infeksi Cacing Pita Sampai ke Otak"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)