Selasa, 10 Sep 2019 06:24 WIB

Round Up

Suara Para Pemakai Vape di Indonesia Soal Penyakit Paru Misterius di AS

Nabila Ulfa Jayanti - detikHealth
Penyalahgunaan vape untuk mengisap zat terlarang dianggap membahayakan (Foto: Rengga Sancaya) Penyalahgunaan vape untuk mengisap zat terlarang dianggap membahayakan (Foto: Rengga Sancaya)
Topik Hangat Vape Vs Pneumonia
Jakarta - Di Indonesia, vape atau rokok elektrik telah menjadi kontroversi sejak kemunculannya pertama kali beberapa tahun silam. Kontroversi itu kembali mencuat belakangan ini ketika sejumlah kasus kematian di Amerika Serikat (AS) dikaitkan dengan penyalahgunaan vape.

Jatuhnya korban karena vape di AS disebabkan oleh campuran ganja yang ada di dalam liquid. Mencampurkan liquid dengan narkoba tentu sangat berbahaya, dan itu menjadi perhatian serius bagi pada pengguna vape di Indonesia.

Selain soal penggunaan bahan terlarang, perawatan vape juga dianggap penting. Kesalahan dalam perawatan diyakini membuat vape tidak lagi aman. Kurang bersih misalnya, bisa memicu radang tenggorokan.

"Tiap hari diganti ya kapas, dan kawat dibersihin. Kapas kalau sehari enggak ganti, rasanya udah beda. Ngaruh di rasa juga," kata Fidar Wiguna, pengguna vape asal Bogor pada Minggu (8/9/2019) lalu.



Fidar yang sudah tiga tahun menggunakan vape ini tak merasa khawatir dengan kasus kematian akibat bahaya vape. Pasalnya selama ini dia tak merasakan masalah kesehatan.

Sementara itu, menurut pemerhati kesehatan publik dr Tri Budhi Baskara tembakau alternatif memang bisa jadi solusi bagi yang mau mengurangi rokok karena dinilai 95 persen aman. Tapi tetap harus berhati-hati.

"Masih ada 5 persen, itu kita nggak boleh diam saja. Sebagai konsumen, harus secara cerdas dan bertanggung jawab menggunakan produk alternatifnya. Ini masih perlu penelitian bagaimana dampaknya ke konsumen," jelas dr Tri dalam sebuah talkshow Minggu (8/9/2019) lalu.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Dr dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), FAPSR, FISR menyebut anggapan bahwa vape aman adalah menyesatkan. Menurutnya, vape sama seperti rokok konvensional yang melepaskan bahan-bahan iritatif ke saluran pernapasan.

"Ini meningkatkan risiko asma, infeksi saluran pernapasan akut seperti tuberculosis (TBC) dan pneumonia," jelas dr Agus.



Simak Video "Benarkah Menggunakan Vape Bisa Jadi Depresi?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)
Topik Hangat Vape Vs Pneumonia