Rabu, 11 Sep 2019 05:30 WIB

Vape Jadi Kontroversi di AS, Kemenkes RI Angkat Bicara

Michelle Natasya - detikHealth
Rokok elektrik tengah jadi kontroversi (Foto: Rengga Sancaya) Rokok elektrik tengah jadi kontroversi (Foto: Rengga Sancaya)
Topik Hangat Vape Vs Pneumonia
Jakarta - Vape belakangan jadi perbincangan sejak ratusan warga AS dilaporkan terserang penyakit paru-paru misterius setelah menggunakan rokok elektrik ini. Kasus kematian akibat vape pun bertambah, laporan terakhir terdapat 5 orang meninggal dunia diduga berhubungan dengan penggunaan vape.

Terkait hal ini, Anung Sugihantono, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengatakan bahwa vape memiliki risiko bahaya yang sama dengan rokok konvensional. Bahkan menurutnya, dalam beberapa hal vape lebih berbahaya daripada rokok.

"Dalam beberapa hal vape lebih berbahaya dari rokok. Kemungkinannya kan termasuk alergi, poisoning, dan kandungan karsinogen," katanya saat ditemui detikHealth, Selasa (10/9/2019) di Hotel Sultan, Jakarta Pusat.



Saat ditanya apakah sejauh ini ada laporan penyakit paru-paru misterius yang dikaitkan dengan penggunaan vape di Indonesia, Anung mengatakan bahwa memang sejauh ini secara eksplisit belum ada. Tetapi pihaknya ada mendapatkan laporan informal bahwa orang yang menggunakan vape jadi sering batuk dan terkena penyakit tertentu karena riwayat vape.

Sejauh ini, Kemenkes sendiri masih berusaha untuk meningkatkan pengetahuan dan kemauan masyarakat untuk menghindari penggunaan vape. Hal ini dilajukan melalui penyuluhan dan pesan-pesan kesehatan.

"Kami sudah mendiskusikan dan menyurati bahwa vape merupakan bagian dari rokok, masuk dalam terminologi rokok. Sehingga regulasinya bisa kena semua," tandasnya.



Simak Video "Benarkah Menggunakan Vape Bisa Jadi Depresi?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)
Topik Hangat Vape Vs Pneumonia