Rabu, 11 Sep 2019 07:30 WIB

RSUD Maros Sebut BPJS Kesehatan Berutang Rp 6 Miliar

Moehammad Bakrie - detikHealth
RSUD Maros sebut utang BPJS Kesehatan mencapai 6 miliar. (Foto ilustrasi: Pradita Utama) RSUD Maros sebut utang BPJS Kesehatan mencapai 6 miliar. (Foto ilustrasi: Pradita Utama)
Maros - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Salewangang Maros, Sulawesi Selatan menyebut, utang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mencapai Rp 6 miliar yang sudah jatuh tempo untuk bulan Februari hingga Maret 2019.

"Saat ini hutang BPJS Kesehatan sudah mencapai Rp 6 miliar. Jumlah tersebut mulai dari bulan Februari hingga Maret 2019 yang sudah diajukan. Yang sudah dibayarkan ke pihak kami hanya bulan Januari lalu," kata Kepala Humas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Salewangang Maros, Ratna Edy, Selasa (10/9/2019).

Sementara untuk bulan Maret hingga Agustus 2019, pihak RSUD Salewangang Maros belum menyetorkan klaim penggunaan dananya ke BPJS, karena yang Februari saja belum dibayarkan. Jika tagihan itu digabung, utang BPJS bisa mencapai Rp 18 miliar.

"Yang sudah kita ajukan itu memang baru Februari Maret. Karena yang dibayarkan baru Januari. Yah itu diluar dari Maret sampai Agustus yang memang belum kami ajukan. Kalau perbulan itu rata-rata Rp 3 miliar," lanjutnya.

Untuk menutupi biaya operasional Rumah Sakit, kata dia, pihaknya terpaksa menggunakan dana talangan operasional untuk tetap melayani pasien dan kebutuhan lainnya. Karena Meski belum terbayar oleh BPJS, pihak rumah sakit masih menerima pasien dari peserta BPJS, utamanya pasien kurang mampu.

"Harus bagaimana lagi, kita pakai dana talangan operasional dulu untuk tetap melayani pasien. Kami tetap terima pasien peserta BPJS, meski kondisinya begitu yah," sebutnya.



Sementara itu Kepala BPJS Kesehatan Maros, Sri Wahyuni saat ditemui awak media enggan memberikan penjelasan terkait tunggakan itu. Menurutnya, semua data harus dikeluarkan oleh pihak BPJS Cabang Makassar.

"Ada permintaan data harus satu pintu dari Cabang. Kalau minta datanya nanti minta sama Cabang saja. Kami ada aturan internal, harusnya ada surat masuk ke Cabang dulu, kalau saya diizinkan," katanya.

Meski begitu, Sri Wahyuni menyebut, keterlambatan pembayaran klaim itu karena persoalan keterlambatan pihak Rumah Sakit menyetor klaimnya. Selain itu, ia juga tidak menampik jika BPJS Kesehatan saat ini juga mengalami defisit.

"RSUD Salewangang terlambat masukkan klaim. Tergantung pengajuan, semakin cepat, semakin cepat terbayarkan. Normalnya itu kaliam perbulan pelayanan. Kami akui defisit, makanya harus kami dahulukan yang mengajukan klaim," terangnya.



Simak Video "Respons BPJS Kesehatan yang Disomasi Gara-gara 'Pakai' Joker"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)