Berawal dari mengambil foto atau membuat video porno untuk pasangan kemudian tak disangka konten tersebut tersebar di jagat maya. Seseorang mungkin bersedia membuat konten pornografi karena merasa tidak enak menolak keinginan pasangan. Lalu, bagaimana cara yang tepat untuk menolak keinginan pasangan tersebut?
Psikolog dari Personal Growth, Gracia Ivonika mengatakan bahwa sejak awal menjalin hubungan, setiap pasangan perlu saling terbuka untuk mengomunikasikan batasan-batasan dalam hubungan mereka. Termasuk juga dalam hal seksual. Ketika pasangan meminta melakukan hal demikian, maka diperlukan ketegasan dan konsistensi dalam menyampaikan penolakan tersebut disertai dengan penjelasan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam wawancara terpisah, praktisi psikologi, Nuzulia Rahma Tristinarum mengingatkan bahwa sebagai manusia, seseorang punya hak atas tubuhnya sendiri. Menolak tindakan yang merugikan diri adalah hak individu. Hilangkan rasa takut akan ditinggal oleh pasangan jika tidak melakukan keinginannya.
Menurut Nuzulia, pasangan yang baik tidak akan melakukan hal yang merugikan pasangannya. Harusnya ia melindungi pasangannya untuk masa sekarang dan masa depan.
"Jika pasangan membujuk, apalagi memaksa, jelas dia bukan pasangan yang baik," pungkasnya.
(up/up)











































