Minggu, 15 Sep 2019 20:01 WIB

Cukai Rokok Naik 23 Persen, Ini Tips Buat yang Mau Berhenti Merokok

Michelle Natasya - detikHealth
Niat kuat benar-benar dibutuhkan untuk berhenti merokok. (Foto: Thinkstock) Niat kuat benar-benar dibutuhkan untuk berhenti merokok. (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Untuk mengendalikan konsumsi rokok, pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) sepakat menaikkan cukai rokok sebesar 23 persen dan harga jual eceran sebesar 35 persen mulai 1 Januari 2020. Nah kalau kamu ingin mulai mencoba berhenti merokok, ada beberapa saran dari ahli kesehatan yang bisa dicoba.

dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), FISR, FAPSR, dari RS Persahabatan, Jakarta Timur, mengatakan hal utama agar bisa sukses berhenti merokok adalah motivasi dan keinginan. Awali langkah pertama dengan niat kuat benar-benar berhenti merokok.


"Nah, untuk mengawali dengan niat ini yang susah. Karena ada faktor kecanduan atau adiksi. Kalau motivasi masih kurang, tentu seseorang membutuhkan bantuan," kata dokter Agus.

Bantuan berhenti merokok bisa diberikan oleh tenaga medis dalam bentuk terapi konseling, obat-obatan, akupuntur, hingga hipnoterapi. Beberapa rumah sakit di Indonesia sudah menyediakan terapi tersebut dan akan meningkatkan keberhasilan berhenti.

Terkait hal tersebut selain rokok konvensional kini mulai naik tren menghisap rokok elektrik atau vape. Menurut dr Agus keduanya sama-sama berbahaya sehingga sebaiknya berhenti dan menjauhkan diri.

Rokok elektrik atau vape tengah menjadi sorotan di Amerika Serikat. Kasus kematian akibat vape terus bertambah. Laporan terakhir 6 orang dinyatakan meninggal dan kematiannya dihubungkan dengan penggunaan vape. Sebanyak 450 kasus penyakit akibat vape sampai saat ini masih dalam investigasi.



Simak Video "Benarkah Menggunakan Vape Bisa Jadi Depresi?"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)