Senin, 16 Sep 2019 05:02 WIB

Vape Disebut Psikiater Bisa Berdampak Buruk untuk Kesehatan Jiwa

Michelle Natasya - detikHealth
Vape berisi narkotika dapat berdampak buruk menimbulkan gangguan kejiwaan. (Foto: iStock) Vape berisi narkotika dapat berdampak buruk menimbulkan gangguan kejiwaan. (Foto: iStock)
Jakarta - Hingga 11 September 2019, sebanyak 6 kasus kematian dikaitkan dengan penggunaan rokok elektrik atau vape di Amerika Serikat (AS). The Center for Disease Control and Prevention (CDC) menyebut lebih dari 450 kasus penyakit paru terkait vape saat ini tengah diinvestigasi.

Selain membahayakan paru dan risiko terkena lipoid pneumonia, vape juga ternyata berbahaya bagi mental dan kejiwaan seseorang. dr Tribowo Ginting, SpKJ, dari RS Persahabatan mengatakan bahwa kandungan nikotin yang terdapat dalam vape dapat meningkatkan dopamin yang dapat memberikan efek relaks dan nyaman pada tubuh seseorang. Hal ini dapat memberikan efek kecanduan.

Selain nikotin, kandungan lain dalam vape seperti ganja dan amfetamin juga dapat meningkatkan risiko gangguan mental pada penggunanya. Penggunaan vape secara terus menerus dapat memunculkan efek halusinasi, depresi, dan kondisi gangguan mental lainnya.

"Penggunaan yang terus menerus dapat menyebabkan ketergantungan. Kalau tidak pakai seseorang bisa jadi depresi," kata dr Tribowo pada detikcom dan ditulis Senin (16/9/2019).

Dokter Tribowo memberikan beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengurangi penggunaan rokok baik konvensional maupun vape, sebagai berikut:



1. Perkuat niat

2. Ketahui dampak dan keuntungan dari merokok baik dalam segi kesehatan, finansial, dan keluarga.

3. Mencari support tenaga medik, keluarga, serta lingkungan.

4. Hindari rokok dan hal-hal yang berkaitan dengan rokok dari lingkungan

Menurut dr Tribowo, kalau hal-hal tersebut dilakukan secara komprehensif, niscaya berhenti merokok jadi lebih mudah dilakukan.



Simak Video "Benarkah Menggunakan Vape Bisa Jadi Depresi?"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)