Selasa, 17 Sep 2019 05:33 WIB

3 Tips Mengatasi Dampak Kesehatan Kabut Asap Kebakaran Hutan

Rosmha Widiyani - detikHealth
Aksi Simpatik Selamatkan Riau dari Kabut Asap (Foto: Grandyos Zafna) Aksi Simpatik Selamatkan Riau dari Kabut Asap (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta - Kabut asap yang mengepung wilayah Riau dan Kalimantan Tengah tengah menjadi perhatian nasional. Selain berisiko bagi paru, paparan kabut asap juga berisiko bagi kesehatan mata.

"Risiko paparan dalam jangka panjang mungkin minim ya, karena ada kelopak mata. Namun risiko tetap ada karena asap bisa menimbulkan iritasi," kata dokter spesialis mata dr Yulia Aziza, SpM, pada detikcom, Senin (16/9/2019).



Berikut risiko paparan asap akibat kebakaran hutan, serta tindakan untuk menekan risikonya.

1. Mata perih

Paparan asap yang bersifat iritasi bisa mengakibatkan mata terasa perih. Jika ini terjadi, dr Yulia menyarankan penggunaan tetes mata yang dijual bebas. Obat ini seharusnya bisa mengatasi iritasi ringan dan mata terasa kering.

2. Mata merah dan berair

Terkena asap kadang mengakibatkan mata menjadi merah dan mengeluarkan air. Jika masyarakat mengalami kondisi ini dan tidak bisa diperbaiki dengan obat tetes mata, dr Yulia menyarankan segera berkonsultasi ke dokter. Terapi dan penanganan selanjutnya bergantung hasil pemeriksaan dokter.

3. Jarak pandang terbatas

Jarak pandang idealnya sejauh 6 meter dengan lapang pandang yang luas. Kabut asap mengurangi jarak pandang bergantung dari ketebalannya. Dengan kondisi ini, dr Yulia menyarankan jangan menggunakan kendaraan atau bepergian jauh bila dikelilingi kabut asap.



Simak Video "Cara Jaga Kesehatan Mata saat Gunakan Gadget"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)