Selasa, 17 Sep 2019 19:18 WIB

Pemerintah Tanggung Biaya Pengobatan Warga Terdampak Asap Karhutla

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Warga mengenakan masker untuk mengurangi dampak asap kebakaran hutan (Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S) Warga mengenakan masker untuk mengurangi dampak asap kebakaran hutan (Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)
Jakarta - Asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih mengepung wilayah Sumatera dan Kalimantan. Kepungan asap berdampak pada kesehatan warga yang tinggal di wilayah tersebut.

Warga mulai merasakan munculnya masalah pernapasan dan keterbatasan jarak pandang. Terkait dampak buruk asap karhutla pada kesehatan, pemerintah akan menanggung pembiayaan penanganannya.

"Sampai saat ini untuk kasus emergency kita lakukan pengobatan dan pemerintah yang memberikan pembiayaan," kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Anung Sugihantono, Selasa (17/9/2019).



Dengan pernyataan tersebut, masyarakat yang kesehatannya terdampak asap karhutla tidak ditarik biaya. Menurut Anung, penanganan kasus karhutla secara umum menggunakan sarana yang dimiliki pemerintah pusat dan daerah.

Penanganan dilakukan terpadu untuk secepatnya memenuhi kebutuhan warga terdampak asap karhutla. Diharapkan, warga tidak perlu menunggu terlalu lama dengan standar kesehatan yang makin menurun.

Salah satu penyakit yang menimpa warga terdampak karhutla adalah Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA). Sebanyak 6 propinsi yang terdampak asap telah mengirim data total ISPA pada Kemenkes, berdasarkan bulan dan wilayah.

Propinsi Riau mencatat 16.372 kasus ISPA untuk Septmeber 2019. Sebanyak 6.392 kasus ada di Kalimantan Barat untuk periode yang sama.

Di Jambi, wilayah Kota Jambi mencatat total kasus ISPA tertinggi sebanyak 15.047 kasus. Hal serupa terjadi di Palembang, Sumatera Selatan sebanyak 76.236 kasus. Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah mencatat 11.758 kasus dan 10.364 kasus di Kalimantan Selatan.



Simak Video "Ngobs Kuy! Duka Kabut Asap"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)