Rabu, 18 Sep 2019 07:30 WIB

Bayi dan Ibu Hamil Rentan Terdampak Asap, Ini Saran Kemenkes

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ibu hamil dan bayi rentan terhadap kabut asap akibat karhutla. (Foto: ANTARA FOTO/FB Anggoro) Ibu hamil dan bayi rentan terhadap kabut asap akibat karhutla. (Foto: ANTARA FOTO/FB Anggoro)
Jakarta - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mengepung wilayah Sumatera dan Kalimantan. Untuk menghindari dampak asap, warga bisa ke tempat yang menyediakan air purifier.

"Di tempat-tempat tertentu menyediakan air purifier untuk kelompok rentan yaitu bayi, balita, dan ibu hamil. Dengan air purifier, udara bisa dibuat bersih," kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Anung Sugihantono, Selasa (17/9/2019).


Kepungan asap berdampak buruk pada kesehatan warga sekitar. Menurut Anung, dampaknya bersifat individual bergantung pada kondisi warga. Paparan asap pada bayi prematur bisa mengakibatkan batuk, Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), hingga pneumonia meski hanya selama lima menit.

Paparan pada orang dewasa sehat selama 1-2 jam mungkin hanya mengakibatkan bersin. Namun secara umum, seseorang mungkin tak bisa menahan paparan asap hingga 12 jam pada wilayah dengan ISPU 287 yang berkategori sangat tidak sehat.

"Karena itu harus pakai masker. Untuk saat ini sebaiknya menghindari asap dengan jangan sering keluar rumah," kata Anung.


Simak Video "Ngobs Kuy! Duka Kabut Asap"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)