Senin, 23 Sep 2019 08:06 WIB

Round-up

Efek Mematikan Kopi 'Perkasa' Campur Viagra

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Ilustrasi kopi dicampur viagra. Foto: iStock Ilustrasi kopi dicampur viagra. Foto: iStock
Jakarta - Sedikitnya 10 pria di Sumedang, Jawa Barat, beberapa waktu lalu tumbang usai mengonsumsi kopi 'perkasa' yang berkhasiat untuk membangkitkan stamina dewasa. Produk sejenis ini sudah sejak lama menjadi sorotan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) karena kandungan yang ada campuran obat untuk disfungsi ereksi, yaitu sildenafil.

Produk kopi 'perkasa' ini tidak hanya mengandung obat disfungsi ereksi sildenafil yang dikenal dengan nama dagang Viagra, bahan lain yang kerap ditemukan terkandung di dalamnya dengan efek yang serupa adalah tadalafil. Kedua obat tersebut memberikan efek yang dapat membebani jantung dan bisa berakibat fatal.

"Nah itu intinya di sildenafil," kata dokter spesialis kardiovaskular Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr Dian Zamroni, SpJP, FIHA, saat dihubungi detikcom, Minggu (22/9/2019).

Sildenafil merupakan bahan kimia yang digunakan untuk menangani disfungsi ereksi atau impotensi. Selain itu, obat ini juga mengurangi tekanan di pembuluh darah arteri paru-paru saat terjadi peningkatan (hipertensi pulmonal). Obat ini bekerja dengan menghambat enzim phosphodiesterase-5 (PDE5), sehingga membuat otot polos di pembuluh darah di paru-paru menjadi kendur dan meningkatkan aliran darah.



dr Dian juga mengatakan, kandungan sildenafil ini akan menimbulkan efek vasodilator. Dikutip dari Mayo Clinic, vasodilator merupakan golongan obat yang digunakan untuk melebarkan pembuluh darah agar aliran darah dapat mengalir secara lancar, sehingga tidak membebani jantung dalam memompa darah. Efek yang ditimbulkan antara lain, detak jantung cepat (takikardia), palpitasi jantung, pingsan, mual, muntah, hingga sakit kepala.

Hal ini selaras dengan dokter ahli jantung, dr BRM Ario Soeryo Kuncoro, SpJP (K), FIHA. Ia mengatakan, efek sildenafil dan tadalafil dapat mempengaruhi pembuluh darah dan jantung. Ia tidak menyarankan mengkonsumsi dua obat dengan efek yang sama secara bersamaan, karena akan berdampak pada penurunan tekanan darah secara mendadak.

"Tidak hanya itu, kedua obat ini mempunyai durasi efek yang sama, sekitar 4 jam. Artinya selama kurun waktu tersebut, mereka yang mengkonsumsi kedua zat secara bersamaan akan berisiko mengalami penurunan tekanan darah mendadak, pingsan, kelebihan dosis, hingga berakhir dengan kematian," jelas dr Ario.

Bagi yang tidak tahu, dr Ario memberikan tanda-tanda dari efek yang mudah untuk dikenali agar tidak kebablasan dalam mengkonsumsinya.

"Efeknya biasanya berasal dari tekanan darah yang turun mendadak. Biasanya bisa dikenali seperti keliyengan (pusing) dan pandangan mendadak buram saat berdiri," ujarnya.

Ia juga mengatakan, biasanya orang yang mengalami keracunan akan mengalami gangguan keseimbangan tubuh dan lebih nyaman bila berbaring. Bila mengalami efek tersebut, disarankan untuk tidak melanjutkan untuk mengkonsumsinya. Apalagi bila sejak awal sudah tahu kopi yang diminum telah ditambahkan bahan-bahan obat yang 'tidak jelas'.



Simak Video "Suka Tidur dengan Bantal Tinggi? Waspada Gejala Penyakit Jantung"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)