Senin, 23 Sep 2019 13:02 WIB

Viral Terapi Infus 'Jantung Koroner' di RSCM, Hoax Lama Bersemi Kembali

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Belum lama ini beredar info kesehatan viral mengenai terapi infus yang dilakukan oleh RSCM. (Foto: Thinkstock) Belum lama ini beredar info kesehatan viral mengenai terapi infus yang dilakukan oleh RSCM. (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Belum lama ini beredar info kesehatan viral mengenai terapi infus yang dilakukan oleh RS Ciptomangunkusumo (RSCM) untuk mengobati penyakit jantung koroner sehingga tak memerlukan operasi pemasangan ring atau bypass.

"Saat ini penanganan pembuluh darah di jantung yg menyempit dpt dilakukan dgn cara di infus. Cairan infus yg di import tsb mampu mengikis (membersihkan) plaque (gumpalan2 yg umumnya berupa calsium) pada bagian dlm pembuluh darah yg menghambat aliran darah. Tergantung dari parah atau tidaknya penyempitan tsb," demikian bunyi pesan tersebut.

Pada tahun 2016, pesan yang sama juga pernah muncul dan sudah mendapat klarifikasi dari dokter jantung. Saat itu, spesialis jantung dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Dr dr Ismoyo Sunu, SpJP(K), FIHA, FasCC, mengatakan terapi infus yang dikemukakan pada broadcast tersebut tidak terbukti kebenarannya.

"Hoax ya. Salah satu pengobatan untuk serangan jantung memang ada pemberian cairan pengencer tapi itu kalau jauh dari fasilitas pemasangan ring atau balon dan kurang dari tiga jam," kata dr Ismoyo.


Bantahan resmi terkait hoax tersebut bahkan pernah dikeluarkan pada 2014 oleh PERKI yang juga ditandatangani oleh dr Ismoyo. Dalam bantahannya, dr Ismoyo meluruskan kesimpangsiuran tentang terapi infus yang disebut juga khelasi jantung tersebut.


Terapi infus diklaim mampu mengikis plak atau gumpalan di pembuluh darah yang dianggap menghambat aliran darah. Menanggapi hal tersebut, dr Ismoyo menyebut bekuan darah yang dihancurkan oleh sembarang cairan bisa jadi bukan melancarakan aliran darah tetapi menyebabkan pendarahan.

"Bekuan darah yang menutup saluran secara total itu dihancurkan oleh cairan yang kalau tidak hati-hati bisa menimbulkan pendarahan. Jadi bekuan darah yang dihancurkan bukan penyempitan kerak keras yang di dalamnya ada bermacam-macam campuran termasuk lemak, otot, dan kemudian kalsium," lanjutnya.

Sampai saat ini belum ada cairan yang bisa mengikis gumpalan atau plak yang ada di aliran darah. Bahkan menurut dr Ismoyo, andai memang terapi tersebut mampu mengikis plak, maka malah berbahaya sebab akan merusak pembuluh darah normal.



Simak Video "Cara Murah dan Mudah Hindari Penyakit Jantung"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)