Senin, 23 Sep 2019 13:09 WIB

Bantah Kelangkaan Tabung Oksigen, Kemenkes: Tak Bisa Dibagi Sembarangan

Michelle Natasya - detikHealth
arga yang terpapar kabut asap karhutla menghirup oksigen ketika berada di Rumah Singgah Korban Asap di Pekanbaru, Riau, Jumat (20/9/2019). (Foto: Antara Foto/Rony Muharrman)
Jakarta - Sebelumnya netizen beramai-ramai mendonasikan masker bagi warga yang terdampak asap kebakaran lahan dan hutan (karhutla). Kini, beredar informasi yang mengatakan bahwa stok masker sudah berlimpah dan warga lebih membutuhkan bantuan oksigen.

Saat dikonfirmasi, Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr Ahmad Yurianto, menampik bahwa daerah terdampak asap karhutla kekurangan bantuan oksigen. Menurutnya, pihaknya sudah cukup banyak menyediakan bantuan oksigen, tidak hanya di rumah sakit tetapi juga bantuan oksigen portable yang keliling memberikan bantuan bagi yang membutuhkan.

"Ini mah drama aja. Permasalahan ini gak ada. Kita juga gak cuma naruh oksigen di rumah sakit tapi kita gerakkan ke mana-mana," katanya saat dihubungi detikHealth, Senin (23/9/2019).



"Di Kalimantan Tengah itu ada 2 bis Pemda yang tempat duduknya kita lengkapi dengan tabung-tabung oksigen. Ambulans juga semua sudah bergerak berjalan kemana-mana. Bahkan di beberapa kantor-kantor itu ada dibuat rumah oksigen," tambahnya.

Menurut dr Yuri, sama halnya dengan obat-obatan, oksigen juga tidak bisa dibagi-bagikan sembarangan. Perlu pemeriksaan dari petugas kesehatan untuk memastikan mereka membutuhkan.

"Kalau engga butuh ya gak perlu. Ga bisa dibagi-bagi kayak mie instan. Bagi oksigen itu tidak seperti bagi-bagi masker," pungkasnya.



Simak Video "Ngobs Kuy! Duka Kabut Asap"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)